Dua Mucikari Tawarkan Jasa Prostitusi Anak di Bawah Umur

Dua Mucikari Tawarkan Jasa Prostitusi Anak di Bawah Umur

Dua mucikari jadi tersangka dan ditahan di Polres Jombang. (foto - ist)

Jombang - Seorang pemuda berinisial PA (22) dan perempuan AMS (22) ditangkap polisi setelah diduga menjadi mucikari dengan menawarkan jasa prostitusi anak di bawah umur di Jombang.
 
Dalam menjalankan praktiknya, PA dan AMS memanfaatkan aplikasi pesan instan WhatsApp untuk menawarkan jasa sejumlah remaja. Diketahui, PA adalah warga Desa Godong Kecamatan Gudo, sedangkan AMS (22) warga Desa Gempol Legundi Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang.
 
Wakapolres Jombang Kompol Budi Setiyono mengungkapkan, keduanya ditangkap polisi pada 11 Januari 2019, setelah menawarkan seorang anak perempuan di bawah umur kepada pria hidung belang melalui aplikasi WhatsApp.
 
"Foto korban dipajang oleh kedua tersangka untuk dijajakan kepada pria hidung belang," kata Budi saat menggelar konferensi pers di Mapolres Jombang, Jumat (17/1/2019).
 
Praktik PA dan AMS yang menawarkan sosok kepada laki-laki hidung belang terendus polisi, diawali dengan adanya laporan dan informasi dari warga. Berdasarkan informasi itu, polisi lalu melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya meringkus PA dan AMS dari rumah masing-masing.
 
Budi menjelaskan, praktik prostitusi yang dijalankan oleh PA dan AMS sebelum diringkus polisi, yakni menawarkan korban yang masih anak-anak kepada seorang dengan harga Rp 500.000 untuk satu kali kencan.
 
Negosiasi dan transaksi antara mucikari dan pelanggan pun dilakukan melalui WA. Setelah terjadi kesepakatan, mucikari mengantarkan perempuan yang di-booking oleh pelanggannya ke hotel yang disepakati.
 
Dari transaksi Rp 500.000, PA dan AMS mendapatkan bagian sebesar Rp 250.000. Sedangkan anak perempuan yang jadi korban mendapatkan bagian Rp 250.000. PA dan AMS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
 
Atas perbuatanya, kedua pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak, dan terancam hukuman penjara selama 15 tahun. "Kami masih mendalami kasus itu. Kalau pengakuan para tersangka, baru satu kali beraksi," katanya. (Jr.)**
.

Tags:,