Ratu Keraton Agung Sejagat Mengaku Penyelamat Dunia

Ratu Keraton Agung Sejagat Mengaku Penyelamat Dunia

Fanni Aminadia, perempuan yang mengaku Ratu Keraton Agung Sejagat. (foto - ist)

Semarang - Perempuan yang mengaku sebagai Ratu Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia masih mengaku mereka sebagai penyelamat dunia, meski sudah ditangkap pihak kepolisian. Kepada polisi, Fanni memberikan keterangan yang berbelit.
 
Polisi pun akan segera memeriksa kondisi psikologis Fanni Aminadia. "Ya, akan kami cek psikologisnya dengan tim dari Dokkes Polda Jateng dan dibantu Pusdokkes Mabes Polri," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel di Semarang, Jumat (17/1/2020).
 
Sementara Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso lebih kooperatif dalam memberikan keterangan. Toto dan Fanni ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, pada 14 Januari 2020.
 
Penyidik memiliki bukti permulaan yang cukup untuk keduanya ditetapkan tersangka. Keduanya dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.
 
Tersangka memiliki motif untuk menarik dana dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya. Kemunculan kerajaan baru di Purworejo tersebut menyita perhatian publik, karena menggelar kirab selama beberapa hari yang diikuti ratusan orang.
 
Kerajaan yang menamakan diri Keraton Agung Sejagat itu dipimpin Toto Santoso. Toto ditangkap polisi karena diduga menipu pengikutnya. Ia mewajibkan pengikutnya menyerahkan uang hingga Rp 30 juta setiap bulan.
 
Bahkan, ada pengikut yang menyetor hingga Rp 110 juta dengan iming-iming jabatan dan gaji dolar. Diketahui, Toto memiliki rumah kontrakan di Sleman dan membuka angkringan di rumah kontrakannya tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,