Korban Meninggal Akibat Miras Oplosan di Tasik Jadi 6 Orang

Korban Meninggal Akibat Miras Oplosan di Tasik Jadi 6 Orang

Suasana pemakaman satu satu korban miras oplosan di Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. (foto - ist)

Tasikmalaya - Jumlah korban akibat pesta miras oplosan di Kabupaten Tasikmalaya terus bertambah. Dari laporana Polres Tasikmalaya dan RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC), hingga Jumat (24/1/2020) sore korban berjumlah 20 orang.
 
Semua korban berasal dari Kecamatan Leuwisari dan Sariwangi. Dari 20 orang yang menjadi korban tercatat 6 orang meninggal dunia. Yakni, Yudi Kamaludin (17) dan Tedi (25) warga kampung Ceumceum Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari, yang meninggal pada Rabu 22 Januari malam.
 
Kemudian dari Desa Salawangi Kecamatan Sariwangi, yakni Robi (30) meninggal di RSUD pada Kamis 23 Januari, Rizwan (24),  Eka (18) meninggal pada Kamis malam dan Nizar (18) pada Jumat dinihari. Mereka menggelar pesta miras di tiga lokasi berbeda.
 
Satu kelompok sebanyak tujuh orang pesta minum keras di Kampung Ceumceum Desa Jayaputra Kecamatan Leuwisari, dua korban tewas. Lalu kelompok lainnya di Desa Selawangi Kecamatan Sariwangi, dan satu kumpulan lagi di lokasi saluran irigasi sambil memancing.
 
"Polisi sudah menyita barang bukti berupa jerigen kecil bekas alkohol 75 persen dan 96 persen, sisa racikan miras oplosan dan suplemen minuman berenergi," kata Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Ngadiman.
 
Ia mengatakan, para pelaku nekat memimun campuran alkohol murni padahal peruntukannya hanya untuk obat medik luar. "Korban tewas akibat miras oplosan semuanya jadi 6 orang," katanya.
 
Berdasarkan data dari Satnarkoba Polres Tasikmalaya lanjut Ngadiman, seluruh korban keracunan miras oplosan berjumlah 20 orang dari dua kecamatan. "Sebanyak 15 orang di antaranya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Singaparna Medika Citrautama, dan 5 orang lainnya dirawat di rumah masing-masing," katanya.
 
Sementara itu, Kasi Pelayanan Medis RS Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya dr. Adi Wibowo mengatakan, para korban keracunan alkohol mulai datang ke RSUD SMC sejak Rabu 22 Januari hingga Jumat.
 
"Enam orang meninggal pada hari berbeda. Namun dengan diagnosa yang sama, yakni keracunan alkohol," tegasnya. Dari 15 korban yang sempat ditangani medis di IGD, kini tinggal 2 orang lagi masih dirawat. Bahkan, salah satu korban kondisinya kritis dan tengah persiapan cuci darah karena masalah ginjal. (Jr.)** 
.

Categories:Daerah,
Tags:,