Ratusan Orang Korban Penipuan Investasi Bodong di Banyuwangi

Ratusan Orang Korban Penipuan Investasi Bodong di Banyuwangi

Ratusan orang jadi penipuan investasi bodong di Banyuwangi. (foto - ist)

Banyuwangi - Sedikitnya 416 anggota koperasi simpan pinjam (KSP) di Banyuwangi Jatim jadi korban dugaan penipuan investasi bodong. Bahkan, total kerugian mencapai lebih dari Rp 200 miliar.
 
Sebanyak 10 orang yang mewakili ratusan korban meminta bantuan dan perlindungan hukum di kantor hukum di Surabaya, Selasa (28/1/2020). Mereka akan melaporkan ketua dan manajer KSP Tinara ke Polda Jatim.
 
Ketua dan manajer dari KSP yang berada di Jalan Raya Petung Rogojampi Banyuwangi tersebut, merupakan sepasang suami istri bernama Budi Hartadi dan Linggawati.
 
Para korban menginvestasikan dananya ke koperasi dalam bentuk deposito. Mereka dijanjikan bunga 11 persen per tahun dari nilai investasi. Awalnya, para korban yang berinvestasi lancar menerima uang dari besaran bunga yang dijanjikan.
 
Namun demikian, di akhir 2019 bunga dari investasi deposito tidak dibayarkan dan macet. Para nasabah pun hanya dijanjikan akan segera dibayar. Karena tak membuahkan hasil, korban menempuh jalur hukum dengan dugaan penipuan dan penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
Salah seorang korban Vivi mengatakan, dirinya menjadi nasabah di KSP selama dua tahun. Mulai bulan September 2019, ia mengaku sudah tidak mendapatkan pembayaran bunga. "Saya mewakili mama saya menanamkan modal lebih dari Rp 1,3 miliar," katanya, Rabu (29/1/2020).
 
Sementara itu, korban lainnya Nyoto Cahyono mengaku merugi Rp 4,5 miliar. Pembayaran bunga mulai macet bulan September 2019. "Bunga enggak cair, dana enggak bisa diambil dan hanya dijanjikan," katanya.
 
Kuasa Hukum korban Abdul Malik menyatakan, tim akan mendatangi Polda Jatim pada Kamis, 30 Januari. "Kita akan laporkan kasus penipuan tersebut. Dengan tipu rayu dan penggelapan uangnya  enggak ada dan TPPU," katanya.
 
Berdasarkan keterangan mayoritas korban, mereka percaya dan mengikuti investasi deposito di KSP Tinara, karena ketua dan manager koperasi merupakan pengurus klenteng tempat para korban beribadah. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,