Geger, Tanah Amblas Munculkan Empat Lubang Besar di Maros

Geger, Tanah Amblas Munculkan Empat Lubang Besar di Maros

Tanah amblas memunculkan empat lubang besar di Maros Sulsel. (foto - ist)

Maros - Tanah amblas kembali terjadi, kali ini di Desa Pattiro Deceng Kecamatan Camba Kabupaten Maros Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu 2 Februari.
 
Kepala Desa Pattiro Deceng Kadir menyatakan tanah amblas berada di lahan kebun kakao milik Intan (55). Diameternya, dua hingga lima meter dengan kedalaman dua hingga empat meter. Lahan itu, selain dijadikan kebun, juga jadi lahan pemakaman oleh rumpun keluarga Intan.
 
"Awalnya hanya tiga lubang dan enam makam ikutan amblas, namun terus bertambah satu lubang hingga empat lubang. Akibatnya kuburan atau makam yang turut amblas itu menjadi 11 kuburan, dari 12 kuburan di lokasi itu," katanya.
 
Menurutnya, sehari sebelumnya hujan deras mengguyur hingga Sungai Camba yang masuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae penuh, dan airnya meluap hingga ke lokasi tanah amblas itu. Jaraknya sekitar 100 meter hingga 200 meter.
 
Warga setempat menyebutkan, mereka mendengar suara gemuruh yang diikuti sejumlah pohon roboh dan membentuk lubang besar. Melihat kejadian itu, warga lalu menyampaikan kejadian itu ke warga lainnya, hinggga warga berdatangan untuk melihat ke lokasi.
 
"Belum pernah ada kejadian serupa di desa ini. Untungnya rumah penduduk yang terdekat dengan lokasi masih ada sekitar 20 meter. Semoga saja tidak ada lagi kejadian serupa. Ini kami lagi menunggu kedatangan tim ahli," tegas Kadir.
 
Sementaran itu, Kapolsek Camba, AKP Haedar Muis mengatakan tanah amblas itu adalah kejadian kedua. Kejadian pertama pada 23 Desember 2019 lalu di Desa Lebbo Tengae Kecamatan Cenrana.
 
"Kejadian pertama, tanah amblas membentuk lubang hanya satu tapi diameter dan kedalamannya lebih dari empat lubang. Pada kejadian pertama itu, diameter lubang dan kedalaman mencapai 10 meter lebih," kata Haedar Muis.
 
Haedar Muis mengatakan, polisi langsung mengamankan lokasi. Empat lubang akibat tanah amblas itu diberi police line agar tak ada warga yang mendekati. Selain itu menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah setempat. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,