Investasi Sembako Ilegal Muncul di Yogya Nasabah Rugi 15 Miliar

Investasi Sembako Ilegal Muncul di Yogya Nasabah Rugi 15 Miliar

Dua orang suami istri ditangkap terkait investasi sembako bodong di Yogyakarta. (foto - ist)

Yogyakarta - Jajaran Polda DI Yogyakarta menangkap sepasang suami berinisial MW (44) dan IF (41) terkait melakukan penipuan berkedok investasi. Keduanya menipu sejumlah warga di Yogyakarta dengan modus investasi gula pasir bodong. Diperkirakan, total kerugian korban mencapai Rp 15,6 miliar.
 
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, dua pelaku penipu berkedok investasi itu diringkus karena adanya laporan dari korban berinisial MM (50). Korban MM melaporkan, dua pelaku pada 14 Januari 2020 karena uang investasi Rp 800 juta lebih tak jelas juntrungannya.
 
"Pelapor merugi Rp 804.600.000. Hal itu dijanjikan untuk investasi atau kerja sama pengadaan gula pasir. Namun ternyata keuntungan yang dijanjikan tak kunjung diberikan, dan uang investasi tak jelas di mana," katanya di Polda Yogyakarta, Senin (3/2/2020).
 
Dirreskrimum Polda Yogyakarta Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengungkapkan, kedua pelaku dibekuk oleh petugas di wilayah Balikpapan Kalimantan Timur. Keduanya diringkus pada 29 Januari 2020 yang lalu.
 
Menurut Burkan, kedua pelaku tersebut selain dilaporkan ke Polsek Depok Timur, juga dilaporkan ke Polda Yogyakarta. Total kerugian dari penipuan yang dilakukan oleh suami istri itu mencapai senilai Rp 15,6 miliar.
 
Ia menjelaskan, kedua pelaku memiliki dua modus operandi yang serupa saat beraksi. Modus pertama dengan berpura-pura menawarkan menjadi penyedia kebutuhan hotel. Kedua, dengan modus menjadi penyedia gula atau sembako dengan iming-iming keuntungan sebesar 10 persen.
 
"Polanya hampir mirip dengan skema ponzi. Ia ambil nasabah yang satu ini untuk memberi keuntungan kepada yang lain. Para korban tertarik dengan bisnis yang ditawarkan pelaku, karena dijanjikan keuntungan dalam waktu singkat. Pelaku mengandalkan pola komunikasi mulut ke mulut untuk menjaring para korbannya," katanya.
 
"Polanya hampir seperti itu mengendorse orang lain yang sudah berhasil seperti itu. Dugaan kita gali lubang, tutup lubang, mengambil uang dari nasabah ini untuk menutupi nasabah lainnya," tegas Burkan.
 
Sejauh ini, pihak kepolisian masih melacak aliran dana yang dikelola pelaku serta memeriksa beberapa orang saksi. Pihak kepolisian meyakini, masih banyak lagi korban investasi bodong yang dikelola dua pelaku ini. Polda Yogyakarta meminta warga yang merasa ditipu oleh pelaku untuk bisa membuat laporan.
 
"Kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 tentang Penggelapan dan Penipuan. Nanti kita lapis dengan TPPU moneu laundry. Ancamannya dipastikan di atas 5 tahun penjara," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,