Rekonstruksi Kasus Tewasnya PSK di Hotel Jalan Pangarang

Rekonstruksi Kasus Tewasnya PSK di Hotel Jalan Pangarang

Petugas siaga di sekitar lokasi rekonstruksi penganiayaan PSK di hotel Jalan Pangarang Dalam II Bandung. (foto - ist)

Bandung - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya AN, pekerja seks komersial (PSK) oleh tersangka Herdi Suhendar (46), Selasa (18/2/2020).
 
Rekonstruksi dilakukan di Hotel Sampoerna Jalan Pangarang Dalam II Cikawao Kecamatan Lengkong Bandung. Pelaksanaan rekonstruksi mendapat penjagaan ketat dari pihak Polrestabes Bandung dan Polsekta Lengkong. 
 
Dalam rekonstruksi diperagakan langsung oleh tersangka Herdi Suhendar. Adegan dimulai dari Alun-alun Bandung, tempat pelaku berkenalan dan mengajak kencan dengan korban, hingga Hotel Sampoerna tempat pelaku menghabisi nyawa korban.
 
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, dalam rekonstruksi pelaku memperagakan 32 adegan. "Semua adegan dilakukan oleh pelaku, mulai dari bertemu dengan korban hingga pelaku menghabisi nyawa korban," katanya.
 
Galih didampingi Kapolsekta Lengkong Kompol Kusna Djefridja dan Kanit Resrim AKP SW Rompas mengatakan, dalam rekonstruksi itu penyidik pun menghadirkan jaksa penuntut umum serta kuasa hukum dari pelaku.
 
"Rekonstruksi merupakan salah satu syarat untuk kelengkapan berkas agar dapat segera disidangkan. Mudah- mudahan segera P21 (berkas lengkap), sehingga tersangka dan berkasnya dapat dikirim ke kejaksaan Negeri Bandung," tegasnya.
 
Seperti diketahui, dari hasil pemeriksaan pada pelaku pembunuhan bermula saat pelaku menyewa jasa korban dan telah menyepakati harga yang ditawarkan Rp 200 ribu. Namun, setelah melakukan hubungan intim pelaku berjanji akan membayar sisanya di kemudian hari.
 
Tak terima, korban memarahi pelaku hingga membuat pelaku marah. Pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik, lalu korban ditinggalkan dalam kondisi terlentang di atas kasur. Saat itu pelaku hanya membawa uang kurang dari Rp 100 ribu.
 
Dari tubuh pelaku, polisi menemukan bekas luka cakaran di bagian tangan. Korban diketahui sempat melakukan perlawanan saat dicekik. Diketahui, pelaku merupakan residivis kasus penganiayaan. Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun, dan Pasal 338 KUHP ancamannya maksimal 15 tahun. (Jr.)**
.

Tags:,