Polisi Sita Lagi 2 Mobil Mewah Milik Penipu Putri Arab Saudi

Polisi Sita Lagi 2 Mobil Mewah Milik Penipu Putri Arab Saudi

Dua mobil mewah milik Penipu Putri Arab Saudi disita. (foto - ant)

Jakarta - Penyidik  Direktorat Tindak Pidana  Umum Bareskrim Polri kembali menyita aset milik tersangka kasus penipuan dengan korban Putri Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud.
 
"Ya, barang bukti disita dari tersangka penipu putri Arab, berupa mobil Audi dan Vellfire," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/2/2020).
 
Dua kendaraan mewah tersebut disita dari rumah tersangka berinisial EMC, yang berada di Malang Jawa Timur. Sementara EMC saat ini masih buron dan telah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dengan begitu, total sudah empat kendaraan yang telah disita Bareskrim dari para tersangka tersebut.

Sebelumnya, penyidik menyita dua kendaraan, yaitu mobil Jaguar dan Toyota Alphard. Penyidik juga telah mengajukan pemblokiran terhadap 26 sertifikat tanah milik para tersangka.

"Kami telusuri hasil LHA (Laporan Hasil Analisa) PPATK. Aset tanah kita blokir semua," kataFerdy Sambo. Aset tanah tersebut tersebar di Gianyar Bali, Kota Malang dan Kabupaten Malang Jatim. Total terdapat 26 sertifikat tanah yang diblokir.

Di Gianyar misalnya, terdapat tujuh sertifikat tanah yang diblokir dan berlokasi di daerah Pejeng Kawan. Kemudian terdapat 18 sertifikat tanah di Karangbesuki Pisang Candi dan Gading Kasri Kota Malang sudah diblokir. Terakhir, satu sertifikat tanah di Kromengan Kabupaten Malang juga diblokir.

Vila Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem Banjar Sala Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar yang tak kunjung selesai. 

 

Dalam kasus itu, polisi telah menetapkan dua tersangka. Selain EMC yang masih diburu polisi, satu tersangka lainnya berinisial EAH. Diketahui, EMC merupakan ibu dari EAH. Sementara itu, EAH telah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri di wilayah Kuningan Jakarta Selatan, pada Selasa 28 Januari 2020.

Akibat kasus tersebut, Putri Lolowah menderita kerugian mencapai sekitar Rp 512 miliar. Pada awalnya, Putri Lolowah mengirimkan uang sebesar Rp 505,5 miliar sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018.

Uang tersebut ditujukan untuk membeli tanah dan membangun Vila Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem Banjar Sala Desa Pejeng Kawan Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar Bali. Namun, pembangunannya tidak kunjung selesai hingga 2018.

Didapati pula, berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, nilai bangunan vila tidak seperti yang dijanjikan. Bahkan, para tersangka menawarkan lahan seluas 1.600 m2 di Jalan Pantai Berawa Desa Tibubeneng Kuta Utara Badung Bali.

Namun demikian, setelah Putri Lolowah mengirimkan uang sebanyak 500.000 dolar AS atau sekitar Rp 6,8 miliar, namun lahan tersebut ternyata tidak dijual oleh pemiliknya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,