Pembina Pramuka Tragedi SMP Negeri 1 Turi Jadi Tersangka

Pembina Pramuka Tragedi SMP Negeri 1 Turi Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto. (foto - ist)

Sleman - Polda DI Yogyakarta menetapkan seorang pembina pramuka berinisial IYA sebagai tersangka, dalam tragedi susur sungai siswa SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman. IYA tercatat sebagai guru di SMPN 1 Turi.

Selama proses penyelidikan hingga penyidikan, polisi telah memeriksa 13 saksi. "Sejauh ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang, terdiri atas tiga kelompok," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto di Pos DVI Biddokkes Polda DIY Puskesmas Turi, Sabtu (22/2/2020).

Menurutnya, ke-13 orang saksi itu terdiri atas tujuh orang pembina pramuka, tiga orang dari Kwarcab Kabupaten Sleman, sedangkan yang lainnya adalah warga pengelola wisata di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan sementara, dari tujuh pembina pramuka, enam orang mendampingi 249 siswa SMPN 1 Turi ke lokasi susur Sungai Sempor Desa Donokerto Kecamatan Turi Sleman, pada Jumat 21 Februari.

Sedangkan satu orang pembina tinggal di SMPN 1 Turi untuk menjaga barang-barang milik siswa. "Dari enam orang itu, ada empat yang turun ke sungai. Dua orang pergi dari lokasi dan satunya menunggu di titik finish," tegas Yuliyanto.

Seperti diketahui, tragedi susur sungai siswa SMPN 1 Turi Sleman yang berujung tewasnya sejumlah siswa saat ini ditangani pihak kepolisian. Polda DIY telah menetapkan seorang pembina pramuka sebagai tersangka.

"Dari hasil gelar perkara dipimpin Dirkrimum Polda DIY, menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan," kata Kombes Yuliyanto. "Kami menaikkan status dari saksi dengan inisial IYA menjadi tersangka". (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,