Polisi Gerebek Industri Rumahan Obat Kuat Ilegal di Surabaya

Polisi Gerebek Industri Rumahan Obat Kuat Ilegal di Surabaya

Pengungkapan barang bukti hasil penggerebekan obat kuat ilegal di Surabaya. (foto - ist)

Surabaya - Jajaran Ditreskoba Polda Jatim menggerebek pabrik jamu obat kuat rumahan di kawasan Perumahan Babatan Pilang Blok G1 No. 11 Wiyung Kota Surabaya, Senin (24/2/2020).
 
Produksi obat kuat dan peredarannya disinyalir tidak mengantongi izin alias ilegal. Dalam kasus produksi obat terlarang itu, polisi menetapkan satu orang tersangka atas nama Candra.
 
Dari tangan Candra, polisi menyita barang bukti berupa 20 kardus obat kuat dari berbagai merek.  Tersangka menjual satu kardus yang berisi 30 kotak jamu kuat seharga Rp 3 juta. Tersangka memasarkan obat kuat itu ke berbagai wilayah Jatim.
 
Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Cornelis Simanjuntak menyatakan, pihaknya melakukan penggerebekan pabrik obat kuat rumahan tersebut di kawasan Perumahan Babatan Pilang.
 
"Obat tersebut disimpan di gudang yang ada di dua gang dari tempat produksi Jalan Babatan Pilang XVII blok H1 No. 18. Tersangka mempunyai dua karyawan yang membantu dalam produksi jamu ilegal itu," tegas Cornelis.
 
Ia mengatakan, tersangka sudah 2 tahun memproduksi jamu termasuk obat kuat tersebut. Tersangka memiliki keahlian meracik jamu tersebut saat bekerja di Jateng. Dengan keahliannya itu, tersangka meracik jamu secara ilegal.
 
Disebutkan, dalam meracik jamu tersangka sering menggunakan tepung herbal dan sildenefil sebagai bahan baku utama. Penggunaan sildenefil itu sendiri dianggap berbahaya, apabila tidak sesuai resep dokter.
 
"Dalam proses produksi dan peredarannya tidak dilengkapi izin. Tersangka mendapatkan sildenefil dari Jakarta. Tersangka bakal dijerat Pasal 196 dan 197 UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara," katanya. (Jr.)**
.

Tags:,