Fasilitasi Wanita Penjual Ginjal

Fasilitasi Wanita Penjual Ginjal

ilustrasi

Bandung - Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Asep Syamsudin meminta kasus seorang perempuan mantan guru honorer, Nining (44) yang akan menjual ginjalnya diperhatikan dan difasilitasi jalan keluarnya.

"Dalam kondisi terdesak siapapun bisa bertindak apapun, termasuk dalam kasus ini. Kami berharap lembaga dan SKPD kesehatan terkait memfasilitasi kesulitannya. Warga yang seperti ini harus diperhatikan," kata Aep Syamsudin di Bandung, Rabu (3/12/2014).

Pernyataan DPRD Jabar itu terkait dengan rencana Nining warga Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten yang akan menjual salah satu ginjalnya untuk membayar utang dan biaya perawatan ibunya Ny Imas Komana (63).

Menurut Asep, dalam kondisi gelap mata seseorang bisa berperilaku ekstrem bahkan di luar kebiasaan termasuk keputusan untuk menjual ginjalnya itu.

"Saya berharap Ibu Nining bisa tegar dan tidak berkecil hati, jangan mengambil jalan pintas seperti itu. Dan saya minta SKPD terkait untuk memberikan fasilitasi dan meringankan bebannya," kata Asep.

Ia menyebutkan masih ada jalan yang bisa dilakukan oleh ibu seorang anak yang kini harus berjuang sendiri mengurus dan merawat ibunya yang masih dalam perawatan.

Ibunya, Ny Imas saat ini terkulai sakit karena penyakit diabetes. Ia mengalami luka akibat diserang oleh geng motor di kawasan Arcamanik Kota Bandung di sehingga komplikasi dengan penyakit yang dideritanya itu.

Sempat menjalani perawatan selama dua pekan di RS Sartika Asih, namun lukanya tidak kunjung sembuh karena menderita diabetes sehingga diputuskan di rumah.

"Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar memberi fasilitasi. Kami akan memantau penanganannya," katanya.

Sementara itu Ny Nining saat ini menjadi tulang punggung, dan harus meninggalkan pekerjaannya sebagai guru honorer TK. Kini ia tinggal di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

"Saya harus merawat penuh ibu saya karena kondisi lukanya sangat parah akibat terlindas ban pelaku perampokan itu. Kasihan bila ditinggal sendirian di rumah," kata Nining.

Ia mengaku sudah mendapat fasilitas dari BPJS Kesehatan sehingga cukup membantu pengobatan ibunya, namun ia harus mengeluarkan biaya transportasi dan biaya hidup, terutama untuk melunasi utang-utangnya biaya perawatan ibunya selama ini. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:kesehatan,