PSDKU Unpad Pangandaran & RSF Gelar 1st ICEST di Bandung

PSDKU Unpad Pangandaran & RSF Gelar 1st ICEST di Bandung

PSDKU Unpad Pangandaran dan RSF menggelar 1st ICEST di The Trans Luxury Hotel Bandung. (foto - ist)

Bandung - Program Studi di Luar Kampus Utama Universitas Padjadjaran Pangandaran (PSDKU Unpad Pangandaran) bersama Research Synergy Foundation (RSF) menggelar "International Conference on Creative Economy and Sustainable Tourism" (1st ICEST) di The Trans Luxury Hotel Bandung.
 
Menurut Direktur PSDKU Unpad Pangandaran Bambang Hermanto,  pihaknya berhasrat untuk berkontribusi lebih besar pada akses pendidikan tinggi dalam pengembangan wisata yang memiliki potensi tinggi, seperti Pangandaran.
 
Di Pangandaran, pihaknya berusaha untuk memberikan ilmu dan keterampilan pada masyarakat, di lima bidang pendidikan. Yakni perikanan, ilmu hewan, administrasi bisnis, ilmu komunikasi dan keperawatan. Ini untuk meningkatkan paparan pendidikan tinggi bagi warga Pangandaran.
 
"Namun, demi aksesibilitas kami memutuskan untuk menyelenggarakan acara ini di Bandung. Kami berharap dengan kehadiran Unpad di Pangandaran akan mempercepat perkembangannya," kata Bambang, Rabu (26/2/2020).
 
Bambang menyatakan, ICEST pertama memiliki dua tujuan utama. Untuk menyediakan platform dalam studi ekonomi dan pariwisata berkelanjutan. Lalu untuk menghadirkan dan mempromosikan Pangandaran ke dalam atmosfer internasional bahkan lebih, terutama dalam lingkup akademik.
 
Disadari bersama, untuk berkembang secara berkelanjutan perlu komitmen kuat untuk bertahan. ICEST adalah salah satu dari komitmen itu. Mitra Saintifik Resmi ICEST pertama ini adalah Research Synergy Foundation (RSF). RSF telah dikenal oleh para peneliti dunia sebagai platform social enterprise, yang memiliki fokus dalam penguatan ekosistem penelitian.
 
Sebuah penelitian yang baik adalah yang bisa tersosialisasikan ilmunya dan manfaatnya ke publik dan peneliti lainnya. Melalui media konferensi internasional, RSF membantu lebih dari 40 universitas dan asosiasi keilmuwan di dunia, untuk mendapatkan akses publikasi ilmiah dan saintifik forum internasional.
 
Sementara itu, pendiri Research Synergy Foundation Hendrati Dwi Mulyaningsih menjelaskan, masalah yang kerap dialami para peneliti terutama fenomena perguruan tinggi yang saat ini dituntut oleh target publikasi tertentu.
 
"Diperlukan penguatan holistik dan tidak parsial. RSF hadir di Indonesia sebagai solusi yang dapat membantu peneliti maupun perguruan tinggi untuk dapat bersaing global. Dengan Ekosistem Riset yang dibangun dan diperkuat RSF, yaitu Scholarvein, Reviewer Track, Research Synergy Institute dan RSF Press, kami optimis Indonesia dapat meningkatkan daya saing penelitiannya di skala global," katanya.
 
Konferensi bertujuan untuk memperkaya budaya penelitian di lingkungan PSDKU khususnya Unpad Pangandaran. Sekaligus agar dapat mengikuti perkembangan terbaru dalam penelitian di bidang pariwisata serta ekonomi kreatif. Diharapkan menjadi sarana untuk memperluas jaringan dan kolaborasi dengan para peneliti lain dari berbagai disiplin ilmu dan dari berbagai belahan dunia. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,