Pengakuan Gisel Tersangkut kasus Pembobolan Kartu Kredit

Pengakuan Gisel Tersangkut kasus Pembobolan Kartu Kredit

Gisella Anastasia. (foto - ant)

Jakarta - Dua  nama selebriti Tanah  Air yang  disebut-sebut  tersangkut  kasus  pembobolan  kartu  kredit  (carding),  yakni Gisella Anastasia dan Tyas Mirasih.
 
Berdasarkan pengakuan Gisel, hal itu diawali dari kerjaan yang diberikan oleh akun @tiketkekinian. Pemilik akun Instagram itu ternyata membeli tiket itu dengan cara membobol kartu kredit orang lain, dan mengambil untung dengan menjual kembali tiketnya.
 
Gisel pun tak menyangka endorse tersebut jadi pintu untuk membobol kartu kredit orang lain. Ia sempat bertemu dengan orang-orang dari akun instagram tersebut, sehingga dirinya tak menaruh curiga.
 
"Sama sekali nggak curiga. Itu pelajaran juga buat aku. Selama ini kita nggak ngerti banyak penipuan model begini. Kalau orang mau endorse ya kita open-open aja, juga itu nggak berbayar kita barter sama tiket," katanya.
 
Bahkan, Gisel sempat menjadi pelanggan dari akun itu yang disebutnya lebih murah dan memiliki pelayanan yang baik. Ia pun tak mengerti bagaimana modus yang dilakukan oleh akun tersebut. 
 
"Saya sih transfer dan nggak ngerti gimana modusnya. Mungkin, nggak ngerti ngambilnya dari mana. Sampai ada laporan kayak gini berarti emang ada yang merasa dirugikan. Mungkin butuh diselidiki, kalau posisi kita memang sebagai saksi aja sih," tegas Gisel.
 
Carding itu sendiri merupakan aktivitas belanja ilegal yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit orang lain. Biasanya kartu tersebut tersebar di dunia maya untuk menyulitkan penangkapan.
 
Biasanya data-data kartu kredit itu didapat lewat penipuan dari chatting maupun telepon. Ada beberapa jenis kejahatan carding, yakni misuse (compromise) of card data, yakni menggunakan kartu kredit tersebut dan tak dibuat copy-an atau palsunya.
 
Selain itu, ada counterfeiting yakni pembuatan kartu kredit palsu yang dibuat mirip dengan aslinya. Kasus itu pengembangan dari tertangkapnya salah satu pelaku berinisial IIR (27). Para pelaku ditangkap di Malang dan Surabaya, mereka menyebutkan modusnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,