Dinkes Jabar Buka Hotline Pelaporan & Penanganan Corona

Dinkes Jabar Buka Hotline Pelaporan & Penanganan Corona

Dinkes Jabar buka Hotline pelaporan dan penanganan virus Corona. (foto - ist)

Bandung  -  Pemprov  Jabar  terus  meningkatkan  kesiapsiagaan  dalam  rangka  penanganan  dan  pencegahan  Corona (Covid-19). Salah satunya dengan membentuk "Jabar Crisis Centre Covid-19".
 
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani, pihaknya sudah memiliki alur pelaporan dan penanganan virus Corona di wilayah Jabar. Untuk nomor hotline Corona Dinas Kesehatan Jabar bisa menghubungi 0811-2093-306 dan Emergency Kesehatan di nomor 119.
 
"Alur tersebut dibuat agar pelaporan dan penanganan virus Corona di Jabar melalui satu pintu. Hal itu akan membuat penanganan lebih cepat dan tepat," kata Berli di Gedung Sate Bandung, Selasa (3/3/2020).
 
Ia mengatakan, masyarakat yang memiliki gejala Corona seperti demam, batuk dan sesak napas serta riwayat perjalanan ke negara terjangkit Corona, harus memeriksakan kondisi ke puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
 
"Puskesmas maupun rumah sakit yang memeriksa pasien yang memiliki gejala atau riwayat perjalanan ke luar negeri, akan melaporkan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota" Laporan itu akan diteruskan kepada Dinkes Jabar, lalu ke tim ahli Rumah Sakit Hasan Sadikin.
 
"Tim ahli tersebut nantinya yang menentukan, apakah pasien masuk kategori pengawasan atau pemantauan. Hal itu dimaksudkan agar tindakan yang dilakukan sesuai dengan prosedur," katanya.
 
Apabila masuk kategori pemantauan, pasien dibolehkan pulang dan akan mendapatkan pantauan dari puskesmas maupun dinkes kabupaten/kota. "Selama 14 hari dipantau dan petugas puskemas maupun dinas akan datang memeriksa. Kalau terjadi kondisi menurun, akan masuk ke pengawasan," tegas Berli.
 
Pasien yang masuk pengawasan akan dirawat di rumah sakit dan mendapatkan penanganan, sesuai dengan gejala dan keluhan. Sambil dilakukan tata laksana rumah sakit dan diberi obat sesuai gejala atau keluhan, rumah sakit akan mengambil sampel. Lalu menentukan apakah positif Corona atau tidak.
 
Nantinya, semua hasil pemeriksaan dan jumlah pasien dalam pengawasan maupun pemantauan akan dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan. "Kami juga memiliki call centre. Masyarakat bisa menghubungi kami jika mempunyai gejala Corona, riwayat perjalanan luar negeri atau menjalin kontak dengan pasien positif Corona," tambahnya.
 
Sementara laporan dari masyarakat akan diteruskan ke dinas kabupaten/kota untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Alur seperti itu sudah sesuai dengan pedoman Kementerian Keseharan (Kemenkes) serta WHO. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,