Jalur Garut-Bungbulang Kembali Terputus Tertutup Longsor

Jalur Garut-Bungbulang Kembali Terputus Tertutup Longsor

Longsor menutupi ruas Jalur Garut - Bungbulang Kabupaten Garut. (foto - ist)

Garut  -  Longsor  kembali  menerjang  wilayah  selatan  Garut  setelah  hujan  deras  yang  terus  mengguyur.  Longsor terjadi di jalan utama Garut - Bungbulang, tepatnya di ruas jalan Cisandaan - Pakenjeng Kampung Pasirluhur Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan. Material longsoran tanah menimbun badan jalan, menyebabkan akses ke jalur tersebut tertutup total.

Kapolsek Pamulihan Kabupaten Garut, Iptu Saep Balya mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, setelah sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Pamulihan sejak Kamis 5 Maret siang hingga Jumat dinihari.

"Intensitas hujan yang tinggi membuat tanah di wilayah itu menjadi labil. Akibatnya, tanah dari tebing setinggi puluhan meter ambrol hingga menimbun badan jalan," kata Iptu Saep, Jumat (6/3/2020).

Ia menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, lebar longsor yang menutup badan jalan sekitar 50 meter dengan tinggi tiga meter, sehingga menyebabkan kendaraan dari kedua arah tidak bisa melintas.

"Untuk sementara jalan tidak bisa dilalui. Sambil menunggu jalur dibersihkan, para pengendara kami arahkan dulu ke jalur lain," katanya. Sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani longsor tersebut.

Sedangkan alat berat pun sudah diturunkan untuk segera membersihkan material longsoran, berupa tanah dan batu yang menutup badan jalan. Sementara, kendaraan diarahkan untuk memakai jalan alternatif.

"Dari Desa Pakenjeng maupun Desa Pananjung bisa mempergunakan jalan provinsi yang menuju ke Garut maupun ke Arah Bungbulang. Sselain itu, ada alternatif dari Desa Garumukti dan Desa Linggar Jati, bisa menggunakan jalan kabupaten ke arah Bungbulang," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan Riena Achlan menyatakan, kejadian longsor yang melanda desanya tersebut sebagai dampak dari hujan deras yang terjadi pada Kamis kemarin.

"Ini akibat hujan deras hari Kamis kemarin. Dampaknya, ruas jalan Cisandaan - Pakenjeng di Kampung Pasirluhur tertutup timbunan tanah. Kami pun masih melakukan peninjauan lokasi," katanya.

Menurut Rina, longsoran tanah sepanjang 60 meter dengan tinggi sekitar 3 meter itu menyebabkan akses transportasi di jalur tersebut terputus total. Jangankan kendaraan, pejalan kaki pun tidak bisa lewat. "Kejadiannya tadi subuh menjelang pagi sekitar pukul 05.30WIB," katanya.

Ia menambahkan, upaya yang harus segera dilakukan adalah mengeruk material longsoran dengan alat berat. Sebab jika tidak segera dilakukan semua badan jalan akan habis total karena air sulit dibendung dan gorong-gorong tertutup. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,