Ratusan Lusin Masker Ilegal Disita Polres Bogor di Pakansari

Ratusan Lusin Masker Ilegal Disita Polres Bogor di Pakansari

Polres Bogor ungkap tempat pembuatan masker ilegal di Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor. (foto - ist)

Bogor - Jajaran Polres Bogor mengungkap tempat pembuatan masker ilegal di kawasan Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor, yang juga digunakan tersangka sebagai tempat menimbun masker dari berbagai toko.

"Kita ungkap, mereka bisa membuat masker yang tidak sesuai dengan standar kesehatan ini harga awal Rp 6 ribu per lusin, mereka jual Rp 30 ribu per lusin," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy saat konferensi pers di Mapolres Bogor Cibinong Kabupaten Bogor, Senin (9/3/2020).

Ia menjelaskan, tempat pembuatan masker itu sudah beroperasi sudah lama. Namun saat virus corona (Covid-19) mewabah, harga masker dinaikkan lima kali lipat menjadi Rp 30 ribu per lusin. "Sedikitnya 950 lusin masker yang tidak sesuai standar berhasil disita dari keempat tersangka, MA, MF, DW dan AW," katanya.

Selain itu, polisi juga mendapati 336 kotak masker dan 232 botol cairan pencuci tangan yang tengah ditimbun di lokasi yang sama. Keempat tersangka sengaja membelinya secara grosir di berbagai tempat dengan harga murah, untuk dijual dengan harga berlipat.

"Yang bersangkutan menjual masker dan hand sanitizer dengan harga yang tak wajar. Hand sanitizer harga awal Rp 20 ribu per botol dijual Rp 120 ribu per botol. Masker kesehatan harga awal satu boks Rp 20 ribu dijual Rp 345 ribu per boks," tegas Roland.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam dijerat pasal 107 ayat 1 Jo. Pasal 29 ayat 1 dan atau Pasal 106 Jo. Pasal 24 ayat 1, tentang tindak pidana pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu saat terjadi kelangkaan barang.

"Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dengan ancaman tindak pidana kurungan penjara 5 tahun dan denda sebesar Rp 50 miliar," tambahnya. (Jr.)**

.

Tags:,