Semburan Erupsi Merapi Sebar Abu Vulkanik Hingga 20 Km

Semburan Erupsi Merapi Sebar Abu Vulkanik Hingga 20 Km

Semburan Erupsi Merapi Sebarkan Abu Vulkanik hingga 20 Km. (foto - ist)

Sleman  -  Gunung  Merapi  yang  berada  di  Kabupaten  Sleman  DI  Yogyakarta  kembali  erupsi,  pada  Jumat  27  Maret pagi dengan tinggi kolom tertinggi kedua mencapai 5.000 meter, setelah sebelumnya sempat mencapai 6.000 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, erupsi itu terjadi sekitar 10.46 WIB. "Tinggi kolom 5 kilometer dan awan panas 2 kilometer. Letusan itu seperti sebelumnya hanya gas," katanya, Sabtu (28/3/2020).

Menurut Hanik, akibat erupsi tersebut abu Gunung Merapi mengarah ke barat daya yakni ke Magelang, sehingga pihaknya telah memberikan informasi itu ke pihak bandara setempat. " Abu tersebar hingga 20 km dengan erupsi durasi 7 menit," katanya.

Ia mengatakan, saat erupsi hari ini, Merapi minim sekali menunjukkan gejala awal. Hal yang sama juga terjadi pada 26 Maret lalu, saat gunung tersebut bergejolak. "Seperti sebelumnya erupsi itu minim prekursor. Pada 26 Maret itu dua kali rockfall minim adanya prekursor," tegas Hanik.

Kejadian itu membuat jarak aman masih berada di tiga kilometer dari puncak Merapi. Hal itu berdasarkan jarak luncur awan panas Gunung Merapi pagi tadi sejauh 2 km. "Awan panas Merapi mengarah ke Kali Gendol. Lahar pun masih di hulu Kali Gendol, sehingga tidak mengancam penduduk," katanya.

Dalam menganalisa aktivitas Gunung Merapi pihaknya masih menggunakan metode yang sama dengan sebelumnya. Metode yang digunakan tidak berubah dalam mengamati dan menganalisa pergerakan Gunung Merapi. "Masih dengan metode kemarin, seismik, deformasi, gas dan visual," tegas Hanik.

Hal itu membuat rekomendasi yang diberikan kepada publik tetap sama, yaitu di jarak aman 3 km dari puncak Merapi. "Bahaya awan panas berkaitan dengan volume kubah lava, kubah lava sekarang 290 ribu meter kubik jadi masih 3 km. Kubah lava tidak berubah signifikan".

Hanik menjelaskan, letusan seperti dapat terjadi lagi karena ada suplay magma dari bawah atau dari dapur magma. Seperti hari ini erupsi Merapi yang mengeluarkan gas. "Saat ini recharge magma ada suplay magma dari dalam, sekarang terjadi proses itu," katanya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi erupsi Merapi yang terjadi beberapa kali ini. Pihaknya selalu memantau pergerakan selama 24 jam, baik dari rumah maupun dari pos utama. "Kami bekerja di rumah tapi kami informasikan dengan cepat. Kita ada pos utama di Babadan dan Kaliurang yang ada petugas, lainnya kita pantau dari rumah dengan visual yang jelas". (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,