Ritual Cara Masyarakat Selamatkan Bali dari Paparan Corona

Ritual Cara Masyarakat Selamatkan Bali dari Paparan Corona

Nangluk Merana, salah satu ritual penolak bala umat Hindu di Desa Adat Kuta Kabupaten Badung Bali. (foto - ilustrasi)

Denpasar  -  Dunia  tengah  dilanda  keresahan  akibat   wabah  virus  Covid-19,  tidak  terkecuali  Indonesia.  Di  Indonesia, puluhan orang meninggal dunia akibat keganasan virus, yang kali pertama ditemukan di Wuhan Cina.

Dari jumlah itu, di wilayah Bali terdapat 9 orang sudah dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Lima di antaranya warga negara asing (WNA) dan empat WNI, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak dua orang WNA.

Berkaca pada pengalaman, jauh sebelum peradaban modern sesungguhnya umat Hindu Bali telah memiliki berbagai macam ritual (upacara) penolak bala. Termasuk penolak bala ketika wabah virus Covid-19 melanda.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menyatakan, Bali berupaya melakukan berbagai hal agar Covid-19 segera hilang dari Pulau Dewata tersebut. "Di Bali banyak cara penolak bala," katanya.

Penolak bala tersebut bersumber dari lontar yang disusun para leluhur zaman dahulu. Ada berbagai macam lontar. Tidak dipungkiri, ada lontar yang membahas secara khusus mengenai penolak bala.

Selain itu katanya, ada juga cara untuk menetralisir pengaruh negatif dengan menggelar upacara Tawur. "Umah Hindu sudah melaksanakan (upacara) Tawur untuk menetralisir Bhutakala," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Unik,
Tags:,