Permohonan Anies Tetapkan PSBB DKI pun Ditolak Menkes

Permohonan Anies Tetapkan PSBB DKI pun Ditolak Menkes

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. (foto - ist)

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menolak permohonan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang mengajukan permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta guna mencegah penyebaran Covid-19.

Penolakan itu karena Anies belum melengkapi ketentuan syarat untuk bisa mengajukan PSBB. Dalam surat yang dikirim Menkes kepada Anies disebutkan, kepala daerah dalam mengajukan permohonan penetapan PSBB harus disertai data dan dokumen pendukung, mengenai peningkatan jumlah kasus menurut waktu.

Lalu penyebaran kasus menurut waktu; kejadian transmisi lokal dan kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial dan aspek keamanan.

"Mohon saudara dapat melengkapi data dan dokumen pendukung permohonan penetapan PSBB paling lambat dua hari, sejak menerima pemberitahuan ini. Selanjutnya diajukan kembali kepada Menkes," demikian Menkes dalam suratnya seperti yang dikutip, Senin (6/4/2020).

Ketentuan itu merujuk para Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, dan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Gubernur DKI Anies Baswedan sendiri menyurati Menkes pada tanggal 1 April 2020, dengan Nomor 147/-1.772.1. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,