Diapresiasi UNDP, Emil Rinci 5 Strategi Jabar tanggap Corona

Diapresiasi UNDP, Emil Rinci 5 Strategi Jabar tanggap Corona

Country Director UNDP Indonesia Christophe Bahuet. (foto - ist)

Bandung  -  Gubernur  Jawa  Barat  Ridwan  Kamil  memaparkan  lima  strategi  dalam  menangani  pandemi  virus  Corona (Covid-19) di wilayah Jabar kepada United Nations Development Program (UNDP). Strategi itu pun mendapat pujian dari para petinggi UNDP.

Lewat akun Instagram pribadinya Emil menjelaskan, strategi yang diterapkan itu untuk menyelamatkan sekitar 50 juta warganya di hadapan para petinggi UNDP melalui pertemuan secara online.

Dalam pemaparannya, Emil mengaku penduduk Jawa Barat sama banyaknya dengan Korea Selatan (Korsel). Namun demikian, wilayah yang dipimpinnya hanya memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebesar 0,6 persen dibandingkan dengan Korea Selatan.

"Oleh karena itu, Jawa Barat harus pintar-pintar untuk mencari strategi dan cara yang murah serta inovatif dalam menyelamatkan 50 juta warganya," kata Emil yang dikutip, Rabu (29/4/2020).

Kelima strategi yang telah dibuat oleh Ridwan Kamil dalam merespons penyebaran virus Corona di wilayah Jabar, strategi pertama yakni proaktif atau tidak banyak menunggu.

Gubernur Ridwan Kamil saat melakukan video conference dengan para petinggi UNDP.

 

Untuk strategi kedua, tetap transparan meski banyak dinamika seperti bantuan sosial. Kemudian strategi ketiga adalah merujuk pada ilmiah sebagai dasar dalam pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil tepat sasaran.

Strategi keempat, yakni inovatif. Salah satunya dengan memaksimalkan industri yang ada untuk membuat ventilator dan PCR sendiri. Sementara strategi kelima adalah kolaboratif, mengajak semua pihak untuk gabung bertempur, berperang melawan Covid-19," tegasnya.

Emil mengatakan, modal Jawa Barat sendiri dalam melawan pandemi virus Corona (Covid-19) bukan pada sisi ekonomi dan teknologi, melainkan dengan modal sosial.

Ia berpesan, agar semua pihak bisa lebih bersabar dalam menghadapi pandemi virus Corona dan mengurangi sikap saling menyalahkan. "Semoga semua diberi kesabaran. Semua sedang ikhtiar lahir batin. Kurangi saling menyalahkan, perbanyak saling menguatkan," tambahnya.

Apa yang dilakukan Pemprov Jabar didokumentasikan oleh Badan Program Pembangunan PBB tersebut, untuk selanjutnya menjadi masukan bagi provinsi lain di Indonesia maupun negara lain di kawasan Asia.

Indonesia Country Director Christophe Bahuet sendiri mengapresiasi apa yang dipaparkan oleh gubernur Jabar yang merupakan provinsi pertama melakukan tes berbasis metode PCR (Polymerase Chain Reaction) saat semua uji PCR dipusatkan di Jakarta

Dengan membeli tes kit dari Korea Selatan setelah dua minggu setelah tes kit dilakukan di Jabar, maka pemerintah pusat pun mengubah aturan menjadi desentralisasi PCR (di daerah). Belum lagi PT Biofarma bisa yang memproduksi reagen PCR.

Sedangkan PT Dirgantara Indonesia, sebuah perusahaan pesawat terbang pun digerakkan untuk membuat ventilator bagi pasien yang masih bisa bernapas sendiri. Sedangkan PT Pindad yang biasanya membuat alat militer, juga memproduksi ventilator untuk pasien yang tidak bisa bernapas sendiri.

Diketahui, Jabar juga sebagai satu-satunya provinsi yang memiliki fasilitas waste management untuk Covid-19. Untuk itu, Pemprov menerapkan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penanggulangan pandemi Corona.

Mengenai keberadaan "Pikobar" ternyata disambut positif oleh UNDP. Aplikasi itu digunakan sebagai wadah bagi masyarakat dalam mengetahui progres Covid-19. Antara lain melakukan donasi, mendaftar menjadi relawan hingga aduan bagi warga yang merasa berhak namun belum mendapatkan bantuan sosial.

Sementara itu, Christophe Bahuet mengakui, Jabar merupakan salah satu daerah yang paling terdampak Covid-19. Chris menyatakan, pihaknya pun melihat banyak respons baik yang dilakukan Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan kamil.

"Kami sudah melihat bagaimana Pemprov Jabar merespons dan bertindak (dalam pandemi), dan kami menemukan banyak aksi (kebijakan) menarik," aku Chris. Ia menjyatakan, aplikasi Pikobar sangat futuristik, menunjukkan bagaimana pemerintah daerah bekerja ke masa depan.

Setelah Covid-19 berakhir, ini akan menjadi cara pemerintah daerah bekerja secara digital, dan cara bekerja itu akan menjadi pemimpin dalam inovasi. "Mendengar paparan langsung dari Ridwan Kamil sungguh luar biasa. Namun, seperti yang Anda sebut, kita masih coba menemukan solusi yang tepat, itu sebabnya setiap hari kita semua masih belajar," tegas Chris.

"Ada banyak pelajaran yang didapat dari Jabar yang bisa kami bagi kepada pemerintah daerah lainnya, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,