Ini Motif 2 Pasang Lesbi Bunuh Driver Taksi di Pangalengan

Ini Motif 2 Pasang Lesbi Bunuh Driver Taksi di Pangalengan

4 perempuan pasangan lesbi digiring di Mapolresta Bandung. (foto - ist)

Bandung - Pihak  kepolisian  telah  menangkap  empat  orang  perempuan  yang  merupakan  pasangan  lesbi  (penyuka  sesama jenis). Para gadis itu dijerat kasus pembunuhan, yang menewaskan seorang driver taksi online.

Pria berusia 60 tahun yang berprofesi sebagai driver taksi online itu dibunuh secara sadis oleh ke-empat perempuan LGBT tersebut. Mayat korban yang diketahui bernama Samiyo Basuki Riyanto, dibuang ke tebing hutan pinus di kawasan Pangalengan Kabupaten Bandung.

"Empat orang itu merupakan dua pasang (lesbi) yang saling mengenal sekitar 3-4 bulan," kata Kasatreskrim Polresta Bandung AKP Agta Bhuwana. Pelaku masing-masing berinisial AS alias Riska (20), KS alias Risma (18), TGC alias Sela (19) serta seorang gadis di bawah umur ERS alias Iki (15).

Para pelaku mendekam di Mapolresta Bandung terancam hukuman seumur hidup akibat perbuatannya. "Ya, ancaman hukumannya 20 tahun atau maksimal seumur hidup," katanya.

Para gadis lesbi itu mengungkap alasan sampai tega membunuh sang driver tersebut. Mereka mengaku tak punya uang untuk membayar sewa taksi online sebesar Rp 1,7 juta.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan menjelaskan, kejadian itu berawal dari ERS alias Iki (15) dan TGC alias Sela (19) menyewa mobil Grab dari Jakarta untuk tujuan Pangalengan. Namun, pelaku meminta untuk mampir ke daerah Jonggol Kabupaten Bogor untuk menjemput temannya.

"Sebelum ke Pangalengan menjemput rekannya AS alias Riska (20) di Jonggol Bogor, tujuan ke Pangalengan untuk menjemput KS alias Risma (18), karena mereka memiliki hubungan khusus," tegas Hendra.

Saat di perjalanan, pelaku dan korban sepakat akan membayar ongkos taksi online sebesar Rp 1,7 juta untuk biaya perjalanan. Namun, mereka tidak punya uang untuk membayar jasa perjalanan taksi online yang dikemudikan oleh korban.

Mereka sepakat untuk menghabisi korban dengan cara menggunakan kunci inggris yang ada di mobil tersebut. Dua pelaku utama, Risma dan Iki membekap dan mencekik korban. Sementara Iki yang memukul korban dengan kunci inggris.

Sedangkan Riska membantu membuang jenazah korban dan Sela mengamankan barang bukti. "Korban dipukul kepalanya kemudian dipukul lagi sebanyak 8 kali hingga akhirnya korban meninggal," katanya.

Setelah membuang mayat korban, pelaku membawa kabur kendaraan milik sopir taksi online itu. Namun mereka mengalami kecelakaan di wilayah Cikalong Wetan. "Mereka (pelaku) tidak memiliki keahlian mengemudi, sehingga terjadi kecelakaan. Mobil itu pun mereka ditinggalkan begitu saja," kata Hendra.

Sementara itu, mayat korban ditemukan di tebing hutan pinus Pangalengan, pada 30 Maret. Polisi berhasil menangkap para pelaku setelah menemukan mobil korban, yang ditinggalkan setelah mengalami kecelakaan.

Ia mengatakan, sekitar satu seminggu polisi mendapat informasi jika mobil korban ada di sana dan kebetulan ada CCTV, sehingga bisa diketahui siapa yang saat itu menggunakan mobil itu. "Kami pun bisa menemukan pelaku dan beberapa hari sesudahnya berhasil menangkap semua," katanya. (Jr.)**

.

Tags:,