Polisi Tangkap Empat Mucikari Prostitusi Online di Manado

Polisi Tangkap Empat Mucikari Prostitusi Online di Manado

Jajaran Polresta Manado tangkap 4 mucikari (jongkok) dan sejumlah perempuan korban prostitusi online. (foto - Polresta Manado)

Jakarta - Tim Maleo Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengungkap kasus prostitusi online di Manado Sulawesi Utara (Sulut). Polisi pun menangkap sedikitnya empat orang mucikari. "Ya, ada empat orang (muncikari) yang ditangkap. Mereka masih diproses di Polresta Manado," kata Kepala Tim Maleo AKP Frelly Regapat.

Keempat mucikari tersebut berinisial VS (19), AM (25), RL (15) dan II (23). Keempatnya ditangkap di Hotel BH, yang berlokasi di wilayah Malalayang Kota Manado, pada Jumat dinihari.

Di lokasi, juga diamankan 6 orang perempuan yang jadi korban prostitusi. Selain ada yang masih di bawah umur, salah satu mucikari juga ada yang memperdagangkan pacarnya kepada lelaki hidung belang.

Para mucikari itu menawarkan prostitusi online lewat aplikasi chatting. "Ada yang 15 tahun dan yang menjual pacarnya. Miris, ini perusakan generasi muda. Kalau tidak ada tindakan bisa-bisa tidak hanya di kota, nanti terjadi di lingkungan rumah," kata Frelly, Sabtu (2/5/2020).


Menurutnya, ada korban prostitusi yang sudah beberapa kali diamankan petugas. Namun mereka kembali terjun ke dunia pelacuran. Polisi berharap, orangtua ikut berperan untuk mengawasi aktivitas anaknya.

"Ironis, rata-rata orangtua tidak keberatan padahal anaknya dijual. Sering terjadi, anak yang ditangkap dikembalikan ke orangtua, malamnya lari lagi. Dicari lagi di tempat lain. Orang tuanya lebih suka tidak diproses, mungkin malu," katanya.

Sementara itu, bagi mucikari akan dijerat pasal berlapis untuk menimbulkan efek jera. Kasus prostitusi online itu sudah meresahkan warga, yang kemudian menyampaikan aspirasi kepada Tim Maleo lewat akun media sosial.

"Sudah banyak mereka yang pernah ditangkap. Antara lain di Polres Tomohon, Polresta Manado dan di Polda juga ada. Kita kenakan prostitusi online yang dikaitkan dengan UU ITE agar hukumannya lebih berat," tegasnya. (Jr.)**

.

Tags:,