Dokumen Intelijen bocor ungkap Cina tutupi Info soal Corona

Dokumen Intelijen bocor ungkap Cina tutupi Info soal Corona

Penelitian tes virus Corona. (foto - Medical News Today/ilustrasi)

Washington  -  Dokumen   mata-mata  mengungkap,  pemerintah  Cina  telah  berbohong  kepada  dunia   mengenai  virus Corona dengan menutup-nutupi wabah yang telah menewaskan puluhan ribu orang di dunia. Dokumen mata-mata setebal 15 halaman itu diperoleh The Saturday Telegraph Australia.

Dilansir Fox News, Sabtu (2/5/2020) dokumen tersebut mengungkap, sebuah laboratorium di Wuhan yang letaknya tidak jauh dari pasar hewan, telah mempelajari virus Corona mematikan yang berasal dari kelelawar.

Dokumen dari Badan intelijen Five Eyes yang terdiri atas Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia dan Selandia Baru itu menyatakan, kerahasiaan Cina seputar virus tersebut menyebabkan 'serangan' terhadap transparansi internasional.

"Kendati ada bukti penularan antar-manusia dari awal Desember, otoritas Cina menyangkal hal itu sampai 20 Januari 2020. WHO pun melakukan hal yang sama. Namun pemerintah di Taiwan mengemukakan kekhawatiran paling cepat pada 31 Desember, seperti yang dilakukan para ahli di HongKong pada 4 Januari," tulis dokumen itu.

Dokumen rahasia juga membahas pembungkaman Cina atau 'menghilangnya' para dokter yang mencoba berbicara tentang virus, perusakan bukti di laboratorium dan menolak memberikan sampel kepada para ilmuwan yang mengerjakan vaksin.

Dokumen itu secara khusus merinci, Cina mulai melakukan sensor pemberitaan virus sejak 31 Desember 2019. Menurut dokumen itu, negara menghapus beberapa istilah dan kata kunci pencarian seperti 'variasi SARS', 'pasar hewan laut Wuhan' dan 'Wuhan Unknown Pneumonia' dari mesin pencarian.

Dokumen itu juga membahas, bagaimana Cina memberlakukan larangan bepergian pada warganya sendiri. Namun demikian kepada negara-negara lain menyebutkan, pembatasan pergerakan memang tidak diperlukan.

"Jutaan orang meninggalkan Wuhan setelah wabah, dan sebelum Beijing mengunci kota pada 23 Januari. Sepanjang Februari, Cina menekan AS, Italia, India, Australia dan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Hal itu untuk melindungi diri mereka sendiri melalui pembatasan perjalanan," demikian dokumen itu.

Sementara itu, The Daily Telegraph juga mengungkapkan bagaimana tim ilmuwan di Wuhan telah mempelajari virus Corona, yang berasal dari kelelawar yang mematikan. Ini masih merupakan konsensus ilmiah, bahwa virus tersebut berasal dari pasar hewan di Wuhan.

Namun, agen mata-mata AS sebelumnya mengkonfirmasi, mereka sedang mencari tahu apakah wabah tersebut kemungkinan disebabkan oleh kecelakaan di laboratorium Wuhan atau masalah lainnya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait