Polisi Bongkar Praktik Prostitusi di tengah Pandemi Covid-19

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi di tengah Pandemi Covid-19

Penggerebekan tempat kos di Medan, 14 muda-mudi digelandang ke Mapolsek Medan Kota. (foto - ist)

Medan  -  Kepolisian  Medan  Sumatera  Utara  menggerebek  praktik  prostitusi   online  di   tengah  bulan  suci  Ramadan 1441 Hijriah. Pengungkapan tersebut dilakukan Polsek Medan Kota, berawal dari adanya laporan dari warga.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu M Ainul Yaqin mengatakan, praktik prostitusi online dilakukan oleh sedikitnya 14 muda-mudi di sebuah tempat kos Jalan HM Jhoni Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota Sumut.

"Kita mengamankan belasan muda-mudi yang diduga sebagai pengguna jasa prostitusi online melalui aplikasi chatting Michat," kata Yaqin, Minggu (3/5/2020). Para pengguna jasa prostitusi online itu diamankan pada Sabtu 2 Mei 2020 malam hingga Minggu dinihari. Pihaknya mendapat laporan dari warga melalui aplikasi polisi kita.

Sejumlah personel langsung menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan pemeriksaan. Saat di lokasi ditemukan sejumlah pasangan muda-mudi yang bukan suami istri di tempat kos tersebut. Kondisi itu terjadi di saat bulan Ramadan dan pandemi virus Corona (Covid-19).

"Mereka langsung kita boyong ke Mapolsek. Petugas pun lakukan pemeriksaan terhadap para penghuni kos lainnya," jelasnya. Sedikitnya ada 14 orang yang diamankan dan digiring ke Mapolsek. Mereka terdiri atas 7 laki-laki dan 7 perempuan. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan petugas.

Penggerebekan tempat kos di Jalan HM Jhoni Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota Sumut.

 

Sementara itu, Kapolsekta Medan Kota Kompol Martuasah Hermindo Tobing mengatakan, praktik prostitusi online tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan dari warga melalui aplikasi Polisi Kita, terkait adanya praktik prostitusi.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi lokasi praktik prostitusi tersebut. Penggerebekan pun dilakukan dan 14 orang tersebut berhasil diringkus. "Saat dilakukan penggerebekan, kita temukan muda-mudi di tempat kos itu. Mereka satu kamar meski bukan suami-istri," katanya.

Martuasah menyebutkan, polisi saat ini masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam praktik prostitusi tersebut. Termasuk kemungkinan adanya pihak yang secara sengaja mengorganisir praktik prostitusi tersebut.

"Penyelidikan akan kita arahkan ke sana. Sebab, kegiatan prostitusi online biasanya memang terorganisir. Apalagi praktik itu sudah meresahkan masyarakat," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,