Digerebek, Praktik Prostitusi di Hotel Ciduk 7 Mucikari-7 PSK

Digerebek, Praktik Prostitusi di Hotel Ciduk 7 Mucikari-7 PSK

Penggerebekan praktik prostitusi online di kamar hotel kawasan Gubeng Surabaya. (foto - ist)

Surabaya  -  Sedikitnya  tujuh  mucikari  dan  tujuh  perempuan  diduga  sebagai  pekerja seks  komersial  (PSK) melakukan praktik prostitusi online di kamar hotel kawasan Gubeng Surabaya Jatim digerebek pihak kepolisian.

Menurut Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra, penggerebekan dilakukan di bulan Ramadan saat malam hari. "Ya benar ada penggerebekan prostitusi online di Surabaya. Tujuh perempuan dan tujuh mucikari diamankan," kata Agung di Surabaya, Kamis (14/5/2020).

"Penggerebekan itu sendiri berlangsung pada malam hari di bulan Ramadan, yakni pada Sabtu 25 April lalu. Para tersangka melakukan praktik prostitusi online dengan menggunakan aplikasi percakapan.

Ketujuh mucikari tersebut saat ini ditahan, sedangkan tujuh perempuan tersebut telah dibebaskan karena merupakan saksi korban. Tujuh mucikari tersebut yakni Edwin Mariyanto (21), Selvia Andriani (21), Edi Wiyono (21), Akmal Muyassar (19), Diah Nur Aini (24), M. Rizky (21) dan Azis Haryanto (27).

"Semuanya sudah kami tahan dan sudah kami jadikan sebagai tersangka. Sekarang masih dalam proses pemberkasan dan segera dilimpahkan ke kejaksaan. Yang jadi tersangka adalah mucikari, sedangkan 7 perempuannya jadi korban," tegas Agung.

Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain berupa uang tunai hingga handphone yang digunakan mucikari untuk menawarkan perempuan kepada para kliennya.

Para pelaku disangkakan melanggar Pasal 2 UU RI No. 21 tahun 2007 dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.
Agung mengatakan, tarif yang dipatok tidak terlalu mahal mulai dari Rp 150 ribu. "Gak mahal sih ada yang Rp 200 ribu, Rp 150 dan ada yang 500 ribu tergantung perempuannya," katanya.

Para mucikari itu menawarkan anak buahnya melalui aplikasi pesan MiChat, mereka lalu membuat sebuah janji di salah satu hotel di kawasan Gubeng Surabaya. "Modus operandinya mereka menjajakan diri lewat MiChat dan ada adminnya sebagai mucikarinya," katanya.

Selain MiChat menurut Agung, ada tiga aplikasi yang digunakan para mucikari tersebut. Misalnya, BeeTalk hingga memanfaatkan twitter. "Ada di MiChat atau BeeTalk, terus ada beberapa yang pakai twitter. Baru tiga itu sih". (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,