Densus 88 geledah Rumah Mewah terduga Teroris di Kawalu

Densus 88 geledah Rumah Mewah terduga Teroris di Kawalu

Tim Densus 88 geledah rumah milik terduga teroris di Kampung Saguling Panjang Kelurahan Cilamajang Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. (foto - ist)

Tasikmalaya  -  Tim  Densus  88  Antiteror  Mabes  Polri  bersama  tim  Inafis  Satreskrim dan  Sabhara  Polres  Tasikmalaya Kota melakukan penggeledahan sebuah rumah di Kampung Saguling Panjang Kelurahan Cilamajang Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Kamis (21/5/2020) siang sekitar pukul 09.30 WIB.

Diketahui, rumah mewah tersebut milik seorang terduga teroris berinisial DN (40) yang diamankan tim Densus 88, pada Rabu 20 Mei kemarin. Selama ini, DN dikenal sebagai salah seorang pengusaha bordir atau konveksi sekaligus menantu salah seorang bos bordir terkenal di Kawalu Kota Tasikmalaya.

Rumah mewah pria terduga teroris tersebut langsung diperiksa dan digeledah oleh tim Densus 88 bersama petugas Inafis ke setiap sudut ruangan. Petugas menemukan sejumlah barang bukti, antara lain dua pistol airgun dan senapan laras panjang rakitan dilengkapi amunisinya.

Barang bukti lainnya, satu unit motor Honda Megapro yang dimodifikasi bernopol Z 3641 NX, mobil Isuzu Panther bernopol D 1356 CS, 2 pistol Sofgun dan pelurunya, senjata laras panjang beserta 4 kaleng peluru kaliber 4,5 mm, teleskop, laptop, ATM, handpone, alat komunikasi HT, teropong malam dan samurai. Selama penggeledahan warga sekitar berkerumun di sekitar rumah mewah bercat kuning gading itu.

Tim gabungan Densus 88 dibantu anggota Polres Tasikmalaya Kota langsung membawa barang bukti tersebut untuk diamankan di Mapolres Tasikmalaya Kota. Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait rangkaian penangkapan terduga teroris di Kota Tasikmalaya tersebut.

"Saya mendapat informasi itu dari warga lain, DN sudah ditangkap di Jalan Sewaka di depan perkampungan. Namun kabar itu hanya disampaikan oleh polisi kepada keluarga DN. Memang sejak adanya penggeledahan di Gedung Futsal di Kampung Cicariang Kawalu, DN juga dipanggil karena berkaitan dengan kepemilikan senjata tajam," kata sejumlah warga tetangga.

Menurut warga, pria yang ditangkap tersebut kesehariannya dikenal biasa-biasa saja dan bergaul dengan masyarakat lainnya. "Warga pun merasa kehilangan DN, karena selama ini selalu berbaur dengan warga sekitar. Namun, sejak kemarin tarawih gak terlihat, biasanya suka ada. Sempat mengumpulkan anak-anak sehari sebelum ditangkap untuk membagikan takjil dan makanan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,