7 ASN Pemkab Bandung Reaktif Covid-19 Seusai Ikuti Rapid Test

7 ASN Pemkab Bandung Reaktif Covid-19 Seusai Ikuti Rapid Test

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bandung Kepala Diskominfo Drs. Yudi Abdurahman dan Kepala Dinkes drg. Grace Mediana. (foto - diskominfo)

Bandung - Sedikitnya tujuh orang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung dinyatakan reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid test massal terhadap ratusan ASN, 19 Mei lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Yudi Abdurrahman mengatakan, ketujuh ASN itu saat ini telah menjalani isolasi mandiri. Pemkab Bandung sendiri melakukan rapid test kepada 210 ASN.

"Ketujuh ASN yang reaktif antara lain 3 orang staf sekretariat daerah, 1 staf Dinas Lingkungan Hidup, 1 staf Dinas Perhubungan, 1 petugas Satpol PP dan 1 prajurit Bintara Pembina Desa (Babinsa)," katanya, Rabu (27/5/2020).

Yudi menjelaskan, selain melakukan isolasi mandiri ketujuh ASN itu juga sudah menjalani swab test dan tinggal menunggu hasilnya. Sebagai antisipasi, seluruh ASN lainnya diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan. "Ya, mereka kan baru reaktif, jadi belum tentu positif. Mudah-mudahan hasil swab test-nya segera keluar dan hasilnya negatif," tegas Yudi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung, hingga 26 Mei 2020 tercatat kasus positif mencapai 71 kasus. Dari jumlah itu masih ada 39 pasien positif aktif, sedangkan sisanya 27 dinyatakan sembuh dan 5 orang meninggal dunia.

Total PDP mencapai 327 orang hanya menyisakan 26 orang yang masih dalam pengawasan, dan sisanya 230 orang sudah selesai pengawasan. Begitu pula ODP total 1.617 sudah selesai dipantau sebanyak 1.557 orang, sehingga hanya tersisa 60 orang yang masih dipantau.

Membandingkan dengan kondisi sebelum Idulfitri dan pelaksanaan rapid test massal pada 19 Mei 2020, mengalami kenaikan cukup signifikan. Tidak terkecuali pada data kasus positif yang naik hampir 11 persen, dari sebelumnya 64 kasus.

Meski demikian, yang menggembirakan adalah jumlah pasien positif aktif justru turun 7 persen dari sebelumnya 42 orang. Pasien sembuh juga naik hampir 60 persen dari sebelumnya 17 orang.

Kabar baik lainnya pasien yang meninggal dunia masih tetap sama sejak terakhir kali pada 28 April 2020. Artinya, tidak ada angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Bandung selama hampir sebulan terakhir.ang masih dalam pemantauan turun 15 persen dari sebelumnya 71 orang. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,