Brasil Catat Rekor, Nyaris 35 Ribu Kasus Baru Covid-19 Sehari

Brasil Catat Rekor, Nyaris 35 Ribu Kasus Baru Covid-19 Sehari

Penambahan kasus positif Corona baru di Brasil nyaris mencapai 35 ribu dalam sehari. (foto - Associated Press)

Rio de Janeiro - Brasil  mencatat  rekor  jumlah  kasus  positif  baru  virus  Corona  harian  tertinggi.  Dalam  kurun  24  jam terakhir, nyaris 35 ribu kasus baru tercatat di negara itu. Ini merupakan angka harian tertinggi, sejak pandemi virus Corona mengganas di negeri Samba itu.

Kementerian Kesehatan Brasil menyatakan, negara itu mencatat sebanyak 34.918 kasus baru positif Corona (Covid-19), sedangkan sebanyak 1.282 pasien di antaranya meninggal dunia dalam waktu 24 jam terakhir.

Dilansir AFP, Rabu (17/6/2020) dengan penambahan kasus psoitif tersebut sejauh ini Brasil telah mencatat lebih dari 923 ribu kasus positif Corona, dengan total jumlah kematian mencapai 45.241 orang.

Brasil saat ini menempati urutan kedua dalam hal jumlah kasus Corona dan kematian terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam saat ini telah mencatat lebih dari 2 juta kasus Corona, dengan lebih dari 100 ribu kematian.

Para ahli mengatakan, sedikitnya tes Corona yang dilakukan di negara berpenduduk 212 juta orang tersebut, kemungkinan berarti angka sebenarnya jauh lebih tinggi dari angka resmi yang diumumkan pemerintah.

Atas situasi buruk di Brasil, pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Amerika kembali menyuarakan keprihatinan. "Brasil memiliki 23 persen dari semua kasus dan 21 persen dari semua kematian di wilayah kami. Kami tidak melihat penularan yang melambat," kata Carissa Etienne, direktur Pan American Health Organisation.

Sejauh ini, Brasil telah berjuang untuk menetapkan strategi untuk menangani virus mematikan itu. Presiden Jair Bolsonaro yang terkenal membandingkan virus itu dengan "flu kecil," telah berselisih dengan otoritas negara bagian dan lokal atas penggunaan aturan untuk tetap tinggal di rumah guna mengendalikannya.

Pemimpin sayap kanan itu berpendapat, dampak ekonomi dari tindakan semacam itu berisiko lebih buruk daripada virus itu sendiri. Bolsonaro juga gencar menyebut, obat chloroquine dan hydroxychloroquine sebagai obat Covid-19, meski ketidakpastian tentang efektivitasnya terhadap penyakit itu. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,