Tekan Anggaran, 1.100 Karyawan Jaguar Land Rover Dipecat

Tekan Anggaran, 1.100 Karyawan Jaguar Land Rover Dipecat

Sebanyak 1.100 karyawan Jaguar Land Rover dipecat. (foto - Walker Cutting)

Jakarta - Tata Motors bakal melakukan pemangkasan jumlah sumber daya manusia, khususnya mereka yang bekerja di bawah merek Jaguar Land Rover.

Sedikitnya 1.100 pengangguran akan lahir sebagai salah satu upaya Tata Motors menghemat anggaran perusahaan 1,26 miliar dolar AS (sekitar Rp 17 triliun). Raksasa otomotif India itu memperkirakan akan menghemat 6,3 miliar pada bulan Maret 2021 di unit Jaguar Land Rover.

Chief Financial Officer Tata Motors PB Balaji menyatakan, 4,4 miliar dolar AS penghematan sudah dicapai. "Kami fokus menghemat uang dan memprioritaskan belanja modal, dan menargetkan pengeluaran investasi untuk area yang tepat," kata Balaji.

Tata Motors sedang meninjau semua bisnisnya dan akan mempertimbangkan untuk melepaskan yang tidak menambah nilai strategis. Hal itu merupakan rencana besar Tata Motors yang membidik penghematan 789 juta dlar AS pada tahun fiskal 2021 di India.

Pabrikan mobil itu membukukan kerugian pada kuartal keempat tahun fiskalnya. Kerugian itu tak dapat dipungkiri sebagai dampak dari pandemi virus Corona, yang memaksa aktivitas bisnis dan produksi terhenti.

Balaji mengatakan, ada tanda-tanda penjualan mulai pulih di Cina, salah satu pasar terbesar JLR serta di Amerika Serikat dan di Eropa. Model andalan yang jadi favorit di pasar itu, yakni SUV Land Rover seperti Defender dan Evoque.

Sementara itu, bos JLR Ralf Speth yang telah memimpin perusahaan sejak 2010 dilaporkan akan mengundurkan diri. Speth akan turun dari jabatannya sesuai berakhirnya masa kontrak kerja pada bulan September 2020. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,