Penembakan di Selandia Baru, Polisi Tewas Berlumur Darah

Penembakan di Selandia Baru, Polisi Tewas Berlumur Darah

Petugas setempat selidiki penembakan terhadap polisi di Auckland Selandia Baru. (foto - RNZ)

Auckland  -  Seorang  anggota  polisi   tewas  dengan  kondisi  mengenaskan   dan  satu  lainnya  mengalami  luka  serius, setelah terjadi penembakan brutal di Auckland Selandia Baru, pada Jumat 19 Juni 2020 pagi. Pihak kepolisian Selandia baru masih memburu tersangka penembakan itu.

Dilansir Insider, Jumat (19/6/2020) menurut laporan Kepolisian Selandia Baru, insiden itu terjadi pada pukul 10.28 waktu setempat, ketika dua polisi itu tengah rutin bertugas untuk mengatur arus lalu lintas di wilayah Massey.

Tiba-tiba ada seorang pria yang mobilnya sedang berhenti lalu tak lama tampak mengeluarkan senapan laras panjang. Ia langsung melepaskan tembakan mengenai dua polisi tersebut.

Setelah menembak, pria bersenjata itu lalu masuk ke mobil bersama orang lain dan melarikan diri dari lokasi kejadian. Saat melarikan diri, tersangka juga sempat menabrak seorang warga yang sedang berjalan kaki di sekitar lokasi kejadian.

"Benar-benar menghancurkan. Ini adalah situasi yang mengejutkan dan berita terburuk yang diterima oleh polisi dan keluarga mereka. Peristiwa yang bergerak cepat, tidak terduga dan benar-benar tragis," sebut Komisaris Polisi Selandia Baru Andrew Coster.

Sementara seorang pengusaha lokal di dekat lokasi kejadian mengatakan, mereka telah melihat penembakan dengan mobil yang pelakunya melarikan diri. Saksi itu pun telah dimintai keterangan lebih lanjut oleh polisi.

Dilaporkan media lokal Selandia Baru, terakhir kali seorang polisi tewas karena luka tembak terjadi pada penembakan di Napier tahun 2009. Saat itu, Selandia Baru memberlakukan reformasi senjata api sebagai tanggapan atas penembakan massal di dua masjid di Christchurch, yang menewaskan 51 orang.

Untuk itu, pada Kamis 19 Juni 2020 Selandia Baru telah mengeluarkan undang-undang reformasi senjata lebih keras, yang mulai diberlakukan pada pekan depan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,