Polisi Ringkus Mucikari dan Tiga PSK di Vila Cipanas Cianjur

Polisi Ringkus Mucikari dan Tiga PSK di Vila Cipanas Cianjur

Jajaran Polres Cianjur tangkap mucikari dan tiga PSK di vila Perumahan Kota Bunga Cipanas Cianjur. (foto - ant)

Cianjur  -  Sedikitnya  tiga  pekerja  seks  komersial  (PSK)  dan  seorang  mucikari  diamankkan  setelah  dipancing  petugas untuk bertransaksi. Mereka kerap melayani tamu lokal dan warga negara asing di sebuah vila kawasan Perumahan Kota Bunga Cipanas Cianjur.

Menurut Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, pihaknya mengamankan mereka pada Minggu dinihari. "Kami menangkap keempat orang tersebut di sebuah vila jalur Puncak. Mereka pun tidak dapat mengelak," kata Juang, Minggu (21/6/2020).

Keempatnya langsung digiring ke Mapolres Cianjur untuk pendataan dan pengembangan lebih lanjut. Sejak beberapa pekan terakhir, pihaknya banyak mendapat laporan dari warga sekitar tepatnya di Kecamatan Cipanas, terkait praktik prostitusi yang marak terjadi di sejumlah perumahan.

Juang menjelaskan, atas dasar informasi itu pihaknya bersama Satpol PP Cianjur langsung melakukan razia gabungan ke sejumlah titik yang rawan terjadi praktik prostitusi. Selama ini para korban dijajakan dengan harga mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Korban yang diamankan berinisial EM (20) warga Kecamatan Sukanagara, NY (26) warga Kecamatan Cilaku dan R (22) warga Kecamatan Ciranjang. Sedangkan seorang lagi yang diduga mucikari berinisial DK (39) warga Kecamatan Cipanas.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pacet AKP Irwan Alexander mengatakan, selama ini pihaknya sudah sering melakukan razia. Namun, selalu gagal karena diduga rencana tersebut bocor. Oleh karena itu, untuk menangkap mucikari dan mengamankan korban, pihaknya memancing dengan cara berpura-pura sebagai tamu.

Setelah petugas memancing mereka, mucikari menyebutkan harga dan lokasi berdasarkan kesepakatan hingga polisi dengan mudah menangkap dan mengamankan pelaku dan korban. "Kami akan terus gencar melakukan razia dan penangkapan secara tersembunyi," kata AKP Irwan Alexander.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. "Tersangka dan korban sudah diserahkan ke Unit PPA Polres Cianjur untuk didalami," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,