Dua Pejabat Bea Cukai Diringkus Polisi terkait Kasus Narkoba

Dua Pejabat Bea Cukai Diringkus Polisi terkait Kasus Narkoba

Gedung Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai. (foto - ilustrasi)

Jakarta  -  Dua  pejabat  Ditjen  Bea  Cukai  berinisial  AP  dan  T  ditangkap  polisi  atas  dugaan  penyalahgunaan  narkoba. Penangkapan kedua pejabat itu dibenarkan oleh pihak kepolisian, dan saat ini polisi masih melakukan gelar perkara.

"Kasusnya mau digelar perkara dulu malam ini di kantor saya nanti," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa, Selasa (23/6/2020).

Menurut Mukti, kedua pejabat Bea Cukai tersebut ditangkap oleh Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, pada Minggu 21 Juni lalu. Hanya, Mukti belum mau membeberkan lebih lanjut terkait penangkapan itu. "Saya belum tahu, makanya ini mau kita gelar perkara dulu. Oleh karena itu tanya dulu ke (Polres Jakarta) Pusat," katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPR Herman Herry mendorong pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas kasus itu. "Polisi harus memastikan proses yang bersangkutan secara objektif dan profesional, karena narkoba musuh terbesar bangsa. Apalagi pelakunya aparat sipil negara," katanya.

Ia meminta Polda Metro Jaya segera memproses kasus tindak kejahatan narkoba, yang melibatkan pegawai Bea Cukai tersebut. Menurutnya, setiap orang harus sama di hadapan hukum. "Saya mendorong jajaran Polda untuk menindak kasus ini sesuai peraturan perundang-undangan yang ada," kata Herman.

Pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai sendiri mengaku baru mendengar kabar tersebut. Mereka mengklaim masih melakukan proses konfirmasi. "Ini aku baru denger, kita masih proses konfirmasi," kata Kasubdit Komunikasi Dirjen Bea dan Cukai Deny Sujantoro.

Sejauh ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap peran kedua pejabat Ditjen Bea Cukai tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,