Korban Tewas Longsor Tambang Giok Myanmar Jadi 162 Orang

Korban Tewas Longsor Tambang Giok Myanmar Jadi 162 Orang

Petugas keamanan setempat berhasil mengeluarkan ratusan jenazah dari tumpukan tanah longsor. foto - CNN)

Hpakant - Korban tewas akibat longsor di lokasi tambang batu giok di Myanmar terus bertambah. Total korban tewas menjadi 162 penambang. Keamanan setempat berhasil mengeluarkan ratusan jenazah dari tumpukan tanah longsor.

Dilansir globalnews, Jumat (3/7/2020) hujan deras di kawasan pertambangan itu menjadi awal mula bencana longsor itu terjadi. Tebing itu pun runtuh dan menimpa para penambang, hingga mereka jatuh dan tenggelam di sebuah danau. "Ada begitu banyak orang yang mengambang di air," kata seorang saksi.

Petugas kepolisian dan pemadam kebakaran setempat berjibaku mengevakuasi jasad para korban yang tertimbun lumpur. Penyelamatan itu semakin sulit dilakukan karena guyuran hujan yang terus menerus.

"Sebanyak 162 mayat telah ditemukan," kata otoritas Myanmar. Selain itu, 54 orang lainnya terluka. Mereka dikirim ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Jasad para penambang yang berhasil diselamatkan ditutup dengan terpal. Beberapa di antaranya ditemukan dalam keadaan tak memakai sepatu. "Kami tidak dapat menggali dan menemukan mayat terkubur di bawah danau, jadi kami hanya mengambil mayat yang mengambang," kata salah seorang petugas.

Diketahui, para penambang itu sedang mencari batu permata Giok di daerah pegunungan di Kota Hpakant. Di wilayah tersebut sering dilakukan penambangan sehingga membuat kerapatan tanah menjadi longgar.

Sementara itu, otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas penambangan di kawasan pertambangan tersebut, namun peringatan itu diabaikan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,