Sekda Kota Bandung Tanggapi Aksi Damai Ribuan Driver Ojol

Sekda Kota Bandung Tanggapi Aksi Damai Ribuan Driver Ojol

Rapat terbatas Pemkot dan driver Ojol pada Jumat 10 Juli 2020. (foto - ist)

Bandung - Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Driver Online Jabar Bersatu (DJOB) menggelar aksi damai di depan Kantor Walikota Bandung, Senin (13/7/2020).

Dalam aksinya, ribuan driver Ojol menuntut Pemkot Bandung mengeluarkan izin mengangkut penumpang, sekaligus mencabut kewajiban rapid test bagi para driver Ojol.

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Bandung Ema Sumarna mengaku heran atas tuntutan yang disampaikan para driver Ojol. Tuntutan para driver Ojol itu sebenarnya sudah diakomodasi dalam rapat terbatas (Ratas), pada Jumat 10 Juli 2020. Dalam rapat dinyatakan, jasa angkutan online sudah boleh kembali mengangkut penumpang dan tidak perlu melakukan rapid test.

"Kenapa hal itu tidak menjadi informasi yang digunakan oleh mereka, ya bukan masalah mereka sekarang melakukan demo dan sebagainya, tapi saya hanya menyayangkan, kalau membaca isi berita hari Sabtu, mereka seharusnya tidak perlu demo lagi," tegas Ema.

Menurutnya, rapid test untuk driver itu hanya imbauan yang disampaikan dari Tim Gugus Tugas kepada Aplikator. Namun, imbauan itu ternyata dimaknai berbeda sehingga merasa terbebani.

"Namanya imbauan untuk kebaikan, tapi malah jadi keberatan dan akhirnya sama pak Wali tidak usah (rapid test) silakan jalan bisa narik penumpang," katanya.

Seharusnya lanjut Ema, aplikator dengan mitranya dapat berkoordinasi. Sebab, dari sisi regulasi Pemkot Bandung sudah mengakomodasi semua kebutuhan warga. Semua syarat kepada aplikator secara bertahap sudah dipenuhi, tinggal penerapan di lapangan dan konsistensinya yang perlu dijaga.

"Makanya saya heran kok mereka masih datang, apa yang mau dipertanyakan, prinsipnya mereka sudah tinggal jalan. Hanya kita minta konsisten seperti waktu simulasi, mereka harus pakai pembatas, menyiapkan pelindung rambut untuk penumpang, agar tidak bersentuhan langsung dengan helm yang dipakai," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,