Ratusan Rumah Penduduk di Bolaang Mongondow Terendam

Ratusan Rumah Penduduk di Bolaang Mongondow Terendam

Ratusan Rumah Penduduk di Bolaang Mongondo Sulut terendam banjir. foto - ist)

Bolmong - Banjir merendam sedikitnya sedikitnya 259 rumah penduduk dan 301 kepala keluarga (KK) menjadi korban di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Sulawesi Utara (Sulut).

Banjir terjadi setelah hujan deras membuat debit air Sungai Ongkag Dumoga dan Bendung Toraut meluap menggenangi pemukiman warga, serta merusak fasilitas umum dengan ketinggian air 50 cm - 200 meter, Sabtu (25/7/2020) pagi.

Sejumlah lokasi yang terdampak banjir menurut Kabid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong Rafik Andhika Alamri, antara lain Kecamatan Dumoga Barat meliputi Desa Doloduo sebanyak 17 unit rumah (19 KK/60 jiwa ), Desa Doloduo III sebanyak 25 unit rumah terdampak (25 KK/75 jiwa).

"Jalan penghubung Desa Doloduo III - Desa Toraut juga amblas dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," katanya. Sedangkan untuk Desa Ikhwan sebanyak 10 unit rumah terdampak (11 KK/35 jiwa).

Lalu Desa Wangga Baru ada 29 unit rumah terdampak (32 KK/96 jiwa). "Di Desa Matayangan terjadi 10 titik longsoran pada ruas jalan Doloduo - Molibagu, penghubung Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Bolsel,” kata Rafik.

Warga yang terdampak juga berada di Kecamatan Dumoga Tengah, meliputi Desa Kosio Induk sebanyak 8 unit rumah (14 KK/39 jiwa). Jembatan Kosio penghubung Kecamatan Dumoga Tengah dan Kecamatan Dumoga Barat amblas pada bagian oprit sepanjang 7 meter.

Selain itu, di Desa Kosio Barat sebanyak 170 unit rumah juga terdampak atau (200 KK/600 jiwa). "Di Kecamatan Dumoga Utara yang meliputi Desa Dondomon, Desa Dondomon Utara dan Desa Dondomon Selatan masih dalam pendataan," tegasnya.

Menurutnya, setelah menerima informasi kejadian banjir dan tanah longsor yang melanda 3 kecamatan di wilayah Dumoga, BPBD Bolmong langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. Yakni Dinas PU, Balai Jalan Nasional dan Balai Sungai untuk penanganan di lokasi.

"Tim dari Balai Jalan Nasional bersama Dinas PU dan BPBD masih melakukan kajian langsung di lokasi untuk pembuatan jembatan darurat, serta pembersihan material longsoran yang menutupi badan jalan," tambahnya.

Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat yang saat ini sangat mendesak meliputi makanan siap saji, perlengkapan tidur, alat berat serta jembatan darurat. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,