Suhu Bandung Berpeluang Lebih Dingin, Lembang 12 Derajat

Suhu Bandung Berpeluang Lebih Dingin, Lembang 12 Derajat

Suhu di Bandung Raya berpeluang lebih dingin. (foto - ist)

Bandung  -  Suhu  udara  di  wilayah  Bandung  Raya  di  pagi  hari  tercatat  mencapai  terendah  menembus  16.8  derajat Celcius. Meski demikian, cuaca  di  wilayah  Bandung dan sekitarnya cerah berawan hingga berawan. Cuaca tersebut terjadi pada pagi, siang, sore hingga malam hari.

"Di Bandung Raya secara umum didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan," kata Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Muhammad Iid, Kamis (30/7/2020).

Menurut Iid, suhu udara di Kota Bandung memungkinkan akan semakin rendah lagi, selama beberapa hari ke depan atau bahkan hingga September nanti. "Suhu udara tersebut relatif masih dingin dibandingkan dengan periode musim hujan," katanya.

Ia menjelaskan, suhu dingin tersebut terjadi karena hembusan angin dari Australia sehingga membawa udara dingin khususnya ke wilayah Indonesia. Pasalnya, saat ini di Australia tengah dilanda musim dingin.

Untuk suhu hari Kamis, maksimum diperkirakan mencapai 30.3 derajat Celcius. Sedangkan untuk kelembabannya sendiri berkisar 45 hingga 87 persen. Sementara angin pada umumnya bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 7 hingga 23 km/jam.

Ia mengakui, pada pagi hari suhu di wilayah Bandung dan sekitarnya serta beberapa daerah lainnya di Jawa Barat memang terasa dingin. Dari beberapa laporan menyebutkan, warga merasakan suhu dingin sejak dinihari hingga jam pergi kerja.

Bahkan, akun twitter @orisonmarden menyebutkan, jika di kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat suhu terdingin hingga tembus 12 derajat Celcius. "Lembang 12 derajat," demikian cuitan @orisonmarden, Kamis 30 Juli 2020.

Sementara itu, akun twitter @ucuplenon mengaku jika di wilayah Garut suhu udara mencapai 15 derajat Celcius. Sedangkan akun @gilang79 menyebutkan, jika suhu dingin di Cimareme Kabupaten Bandung Barat mencapai 17 derajat Celcius.

Seperti diketahui, suhu dingin tersebut akan terasa di wilayah Jawa Barat setidaknya hingga September mendatang. Hal itu disebabkan karena saat ini angin yang bertiup dari arah Benua Australia membawa suhu dingin.

Biasanya berlangsung pada periode musim kemarau, mulai dari Juli, Agustus hingga September angin monsun Australia masih dominan, sehingga suhunya memang pada periode itu terasa lebih dingin. "Puncaknya terjadi sekitar Juli atau Agustus," kata prakirawan BMKG Bandung Yuni Yulianti. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,