45 Tempat Hiburan Malam Bandung Berpeluang Dibuka Lagi

45 Tempat Hiburan Malam Bandung Berpeluang Dibuka Lagi

Peninjauan kesiapan protokol kesehatan di tempat hiburan Kota Bandung. (foto - humas)

Bandung  -  Sedikitnya  80  tempat  hiburan  malam  di wilayah  Kota  Bandung  telah  menyampaikan  surat  permohonan untuk pembukaan kembali. Dari 80 surat yang masuk, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung memberikan rekomendasi kepada 45 tempat hiburan, untuk kembali beroperasi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Berdasarkan keterangan Kepala Disbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari, 45 tempat hiburan yang mendapatkan rekomendasi untuk beroperasi, karena telah memenuhi syarat dalam penerapan protokol kesehatan AKB.

Sementara untuk 35 tempat hiburan lainnya yang ada di wilayah Kota Bandung belum diberikan rekomendasi, karena dinilai belum memenuhi syarat protokol kesehatan.

Seperti diketahui, sebelum memberikan rekomendasi semua tempat hiburan yang mengajukan surat permohonan terlebih dahulu dilakukan pengecekan oleh tim dari Disbudpar Kota Bandung. Pengecekan dilakukan untuk memastikan semua kelengkapan protokol kesehatan terpenuhi.

"Persyaratan yang perlu dilampirkan dalam surat permohonan, yakni ada surat pernyataan di atas meterai menjamin penerapan protokol kesehatan dari pengelola. Bukti telah dilakukan rapid test kepada para pegawainya serta surat izin usaha," tegas Kenny.

Menurutnya, ada check list protokol kesehatan yang harus dicek di lapangan. Disbudpar terus mengingatkan kepada para pengelola untuk melengkapi kelengkapan administrasi, dan memperbaiki mekanisme penerapan protokol kesehatan sesuai aturan.

"Kita terus melakukan edukasi dan sosialisasi serta mengingatkan kelengkapan yang masih kurang kepada para pengelola tempat hiburan tersebut. Kita juga selalu berkoordinasi dengan ketua P3B (Perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung)," katanya.

Di luar itu, ia mengusulkan dibentuknya tim gabungan untuk pelaksanaan pengawasan dan penindakan di lapangan. Pasalnya, pengawasan dan penindakan membutuhkan dukungan dari seluruh mitra kepariwisataan. "Permasalahan dan penanganan Covid-19 tidak bisa hanya Pemkot Bandung, tetapi perlu ada kesadaran juga dari semua elemen masyarakat," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,