Bogor Satu-satunya Kota di Jabar Masuk Zona Merah Corona

Bogor Satu-satunya Kota di Jabar Masuk Zona Merah Corona

Kettika Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto tinjau ruang isolasi di Siloam Hospital Bogor. (foto - ist)

Bogor  -  Satuan   Tugas   Penanganan  Covid-19   dalam  situsnya  melaporkan   perkembangan  peta   risiko  penyebaran Covid-19. Dalam situsnya, Kota Bogor Jabar dinyatakan masuk zona merah atau risiko tinggi.

Perubahan stasus zonasi Kota Bogor yang sebelumnya berada pada zona oranye (risiko sedang) tersebut, dihitung berdasarkan indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Beberapa indikator yang digunakan dalam menentukan zonasi risiko daerah yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan dan sumber data kasus positif, ODP serta PDP.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemerintah daerah akan langsung mempelajari semua data dan indikator terhadap perubahan zona merah tersebut. "Kami baru lihat di situs resmi Gugus Tugas Nasional. Dari provinsi belum ada perubahan masih oranye," kata Bima, Kamis (27/8/2020).

Namun demikian diakui Bima, memang seperti yang selalu saya sampaikan dalam sepekan ini. Tren naik tajam dan bisa saja masuk ke zona merah. Tren peningkatan kasus positif di wilayahnya dalam beberapa pekan ke belakang memang terus meningkat.

Menurut Bima Arya, transmisi lokal sekarang ini memang sudah terjadi. Klaster utama penyebaran CAorona (Covid-19) khususnya di wilayah Kota Bogor, berasal dari rumah tangga (keluarga). "Kita sedang pelajari malam ini mengenai semua data dan indikator. Besok siang kita akan sampaikan langkah Pemkot Bogor," tegasnya.

Angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor di masa pra-adaptasi kebiasaan baru memang terus meningkagt. Data harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor mencatat, Kamis 27 Agustgus terjadi penambahan 11 kasus baru positif.

Dengan penambahan itu akumulasi pasien terkonfirmasi positif di Kota Bogor sampai hari ini mencapa 540 orang. Sebanyak lima dari 11 kasus penambahan yang terjadi hari ini, berasal dari klaster rumah tangga (keluarga).

Sementara itu, tingkat kesembuhan juga terus mengalami penambahan. Tercatat ada dua kasus pasien sembuh yang terjadi hari ini, sehingga total pasien yang dinyatakan sembuh sudah mencapaik 318 orang. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,