155 WNI Dipulangkan dari Papua Nugini dengan Pesawat Garuda

155 WNI Dipulangkan dari Papua Nugini dengan Pesawat Garuda

155 WNI Dipulangkan dari Papua Nugini dengan Pesawat Garuda. (foto - ant)

Jakarta - Sebanyak 155 warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan dari Papua Nugini (PNG). Duta Besar RI untuk Papua Nugini Andriana Supandy mengatakan, keberangkatan 155 WNI untuk pulang ke Indonesia, menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia yang disewa secara khusus.

Seluruh WNI yang sebelumnya bekerja di berbagai perusahaan di sejumlah provinsi di PNG dalam keadaan sehat dan baik, meski beberapa di antaranya memerlukan perawatan kesehatan saat kembali ke tanah air.

Penerbangan khusus yang membawa 155 WNI itu berangkat dari Bandara Internasional Jacksons di Port Moresby PNG, pada Kamis siang pukul 15.15 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 20.00 WIB pada hari yang sama.

Keberhasilan repatriasi mandiri itu tidak lepas dari peran aktif seluruh pemangku kepentingan yang mendukung upaya KBRI Port Moresby. Khususnya peran aktif dari Kementerian Luar Negeri RI yang terus menjembatani komunikasi dengan sejumlah mitra kerja di tanah air maupun otoritas terkait di PNG.

Saat melepas kepulangan WNI, Dubes Andriana berpesan agar selama perjalanan dan setibanya di Jakarta para WNI terus melakukan langkah pencegahan Covid-19, dan mematuhi imbauan dari Pemerintah RI hingga sesampainya di daerah asal masing-masing.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para WNI yang telah turut menjaga citra positif Indonesia selama tinggal dan bekerja di PNG. Sebagai dampak global pandemi Covid-19, berbagai rute dan jadwal penerbangan internasional pun mengalami penyesuaian untuk mengikuti regulasi dari setiap negara.

Hal itu juga berimbas terhadap rute penerbangan yang umumnya digunakan oleh WNI, yang bekerja di Papua Nugini untuk kembali ke tanah air, yakni via Singapura dan Manila.

Terkait masih belum beroperasinya rute transit via kedua bandara itu, KBRI Port Moresby terus melakukan komunikasi dan pendataan terhadap para WNI yang sudah tidak bekerja dan perlu untuk segera kembali ke Indonesia.

Para WNI yang kembali ke tanah air sebagian besar karena mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), atau habis masa kontrak kerjanya. Beberapa mengalami sakit keras dan harus dirawat ke Indonesia atas permintaan keluarga.

Para WNI yang kembali umumnya bekerja pada sejumlah sektor antara lain kehutanan, pertambangan, konstruksi, perhotelan dan restoran. Sejauh ini, KBRI Port Moresby telah memfasilitasi kepulangan 360 WNI melalui sembilan program repatriasi. Perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini sendiri telah ditutup oleh Pemerintah PNG sejak 30 Januari 2020. (Jr.)**

 

.

Categories:Internasional,
Tags:,