Ayah Bunuh Anak Gadisnya di Iran Dihukum 9 Tahun Penjara

Ayah Bunuh Anak Gadisnya di Iran Dihukum 9 Tahun Penjara

Romina Ashrafi, gadis Iran berusia 14 tahun yang dibunuh oleh ayahnya. (foto - NCRI)

Gilan - Pria Iran dihukum sembilan tahun penjara karena membunuh anak gadisnya yang sedang tertidur, demikian dilaporkan media lokal melaporkan pada Jumat. Namun ibu anak gadis tersebut ingin suaminya dihukum mati.

Pembunuhan demi kehormatan gadis 14 tahun Romina Ashrafi pada 21 Mei lalu, telah memicu kemarahan yang meluas. Sejumlah media mengecam "kekerasan yang telah melembaga" di Republik Islam tersebut.

Dilansir The Times of Israel, Minggu (30/8/2020) Romina dipenggal di rumah keluarganya di Talesh Provinsi Gilan, wilayah utara Iran. "Meski otoritas pengadilan 'bersikeras' penanganan khusus 'atas kasus itu, putusan telah membuat saya takut dan keluarga saya," kata Rana Dashti, ibu gadis itu kepada kantor berita ILNA.

"Saya tidak ingin suami saya kembali ke desa kami lagi," lanjutnya. Ia menyerukan, agar putusan ditinjau ulang dan diubah menjadi "hukuman mati".

Dashti manambahkan, saat ini ia mengkhawatirkan nyawa seluruh keluarganya. Keadilan retributif "mata ganti mata" tidak berlaku untuk seorang ayah yang membunuh anaknya. Hukuman biasa adalah hukuman penjara dan denda.

Presiden Iran Hassan Rouhani telah menyatakan penyesalan setelah pembunuhan Romina, dan menyerukan pengesahan beberapa RUU anti-kekerasan dengan cepat. Gadis itu dilaporkan melarikan diri setelah ayahnya menolak memberikan izin baginya untuk menikah, dengan pria yang 15 tahun lebih tua darinya.

Romina lalu ditahan oleh pihak berwenang dan dibawa pulang, meski telah memohon kepada hakim ia mengkhawatirkan nyawanya jika dikembalikan ke rumahnya. Pria yang ingin dinikahinya, Bahman Khavari, dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Usia sah untuk menikah bagi perempuan di Iran adalah 13 tahun. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,