PSK di Bawah Umur Marak di Tambun Bekasi

PSK di Bawah Umur Marak di Tambun Bekasi

ilustrasi

Bekasi - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat melakukan penertiban, terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) yang masih marak. Hal ini karena masih banyak PSK yang mangkal di sepanjang Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan.

"Sebagai daerah yang agamis dan penuh sejarah sebaiknya tidak dikotori dengan praktik prostitusi," kata Penasihat MUI Kabupaten Bekasi, KH Munir Abas Bukhori, Minggu (7/12/2014).

Pihaknya sangat menyayangkan dengan adanya para PSK masih berkeliaran, bahkan praktik transaksi mereka lakukan secara terang-terangan. "Apalagi PSK yang sering mangkal, mereka masih di bawah umur," tegasnya.

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Mitra Sehati, Hazami mengatakan, masih banyaknya para PSK yang ada di Kabupaten Bekasi tak lepas dari persoalan ekonomi pelakunya. "Mereka yang datang dari daerah tidak mempunyai keterampilan, sehingga ketika datang ke Bekasi bekerja seperti itu," terang Hazami.

Dijelaskannya, untuk meminimalisir keberadaan PSK, harus ada pemberdayaan secara ekonomi dan keterampilan. Walaupun tidak mudah untuk mengubah pemikiran mereka dalam mencari uang.

Bayaknya masyarakat yang terjangkit HIV/AIDS, lanjutnya juga tak lepas dari hubungan sek bebas. Karena itu, penekanan dengan merubah PSK ke tenaga terampil diyakini juga mampu menekan penderita HIV/AIDS di wilayah setempat. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:jabar,