Rekonstruksi Pesta Gay di Kuningan Suites Gelar 26 Adegan

Rekonstruksi Pesta Gay di Kuningan Suites Gelar 26 Adegan

Rekonstruksi pesta gay di Apartemen Kuningan Suites kawasan Setia Budi Jaksel. (foto - ist)

Jakarta  -  Polda  Metro  Jaya  menggelar  rekonstruksi  kasus  pesta  gay  di  Apartemen  Kuningan  Suites  kawasan  Setia Budi Jakarta Selatan. Rekonstruksi itu sendiri dihadiri oleh sembilan tersangka dengan memperagakan sedikitnya 26 adegan, Kamis (3/9/2020).

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, rekonstruksi ini dihadiri oleh 9 tersangka. Mereka memperagakan 26 adegan.

"Lewat 26 dalam rekonstruksi itu kita melihat kemungkinan akan muncul fakta baru dan kemungkinan bisa melebihi," kata Calvijn. Pro ses rekonstruksi dibagi dalam beberapa tahap. Mulai dari proses perencanaan kegiatan pesta seks sejenis hingga pelaksanaan pesta gay itu sendiri.

Pertama perencanaan ini menjelaskan tersangka yang berperan sebagai penyelenggara, mulai dari menginisiasi yang di-share di grup untuk menjadi sebuah pertemuan.

Kedua, mereka menyusun struktur dan jumlah peserta sampai membuat undangan secara digital. Setelah perencanaan selesai tahapan dua akan dijelaskan timeline kesiapan yang ada. Panitia masuk ke lokasi susun barang yang ada alat-alat seksual hingga bagaimana cara penjemputan.

Selain itu, rekonstruksi itu juga memperlihatkan bagaimana proses kegiatan di tempat itu. " Terakhir pelaksanaan mulai 21.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB tidak ada satu peserta pun yang boleh kembali sampai jam 3 keesokannya," tegas Calvijn.

Seperti diketahui, polisi menggerebek acara pesta gay yang digelar di Kuningan Suites Setia Budi Jakarta Selatan, pada Jumat 29 Agustus sekitar pukul 00.30 WIB. Sembilan orang yang merupakan pihak penyeenggara telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan 47 orang lainnya yang merupakan peserta berstatus sebagai saksi. Pesta gay itu sendiri dipromosikan lewat media sosial, yakni lewat grup Whatsapp dan Instagram bernama Hot Space Indonesia. Dalam undangan, nama acara yang dibuat yakni "kumpul-kumpul pemuda merayakan kemerdekaan".

Penyelenggara membuat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peserta. Salah satunya soal penggunaan masker berwarna merah putih. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 33 Jo Pasal 7 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,