Golkar Yogyakarta Sarankan Kedua Kubu Rekonsiliasi

Golkar Yogyakarta Sarankan Kedua Kubu Rekonsiliasi

ilustrasi

Yogyakarta - Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong tercapainya rekonsiliasi antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono untuk mengokohkan kekuatan internal partai itu.

 

"Intinya kalau DIY, menghendaki semangat rekonsiliasi agar satu per satu kader kembali bersatu menghadapi pemilu yang akan datang," kata Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar DIY, Johannes Serang Keban di Yogyakarta, Minggu (7/12/2014).

 

Menurut Johannes, DPD Golkar DIY dengan mengajak DPD lainnya akan secepatnya mendorong terbantuknya forum komunikasi antarelit partai itu yang berseberangan.

 

"Karena sebetulnya masih ada ruang untuk satu bulan ini terjadi komunikasi antarsesepuh partai. Mudah-mudahan bisa bersatu kembali," kata dia.

 

Johannes khawatir apabila perpecahan di tingkat elit hingga merambah ke akar rumput terus dibiarkan, maka akan mambuat kekuatan internal partai berlambang beringin itu rapuh menghadapi tantangan pemilu 2019.

 

"Budaya saling memecat tokoh atau kader partai juga harus dihindari. Mereka itu kan tokoh-tokoh kami semua," kata dia.

 

Ia mengatakan, sejarah yang mencatat bahwa setiap pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) partai Golkar selalu memunculkan partai baru, kata dia, bukan prestasi yang membanggakan, melainkan harus diakhiri.

 

"Tidak bagus kalau terus-terusan seperti itu (memunculkan partai baru)," kata Johannes.

 

Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Arie Sudjito menilai, seharusnya Partai Golkar sebagai partai yang telah memiliki banyak pengalaman, seyogianya mampu mengelola konflik yang dimunculkan dari faksi-faksi yang ada.

 

Menurut dia dengan perpecahan yang berkesinambungan, partai berlambang pohon beringin itu akan terus menerus mengalami pengurangan figur.

 

"Saya kira akan terjadi defisit figur yang juga mengakibatkan defisit organisasi," kata dia.

 

Menurut Arie, hingga saat ini Musyawarah Nasional (Munas) yang dilakukan Golkar telah terbukti empat kali memunculkan partai sempalan baru, yakni Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai NasDem, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). (AY)

.

Categories:Politik,
Tags:politik,