Pinangki Dicecar 20 Pertanyaan Selama 14 Jam di Kejagung

Pinangki Dicecar 20 Pertanyaan Selama 14 Jam di Kejagung

Jaksa Pinangki keluar dari ruang pemeriksaan Gedung Bundar Jampidsus, Rabu 9 September malam. (foto - ist)

Jakarta  -  Jaksa  Pinangki  Sirna  Malasari  tersangka  kasus  tindak  pidana  korupsi kembali  menjalani  pemeriksaan  tim penyidik Kejaksaan Agung di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Rabu (9/9/2020).

Pemeriksaan terhadap Jaksa Pinangki itu sendiri selesai sekitar pukul 23.35 WIB. Ia diperiksa sekitar 14 jam, yang dimulai pukul 09.30 WIB. Ada yang berbeda dari Jaksa Pinangki. Ia tampak mengenakan kerudung abu-abu, rompi warna pink, rok pendek hitam dengan tangan diborgol.

Namun, selepas pemeriksaan Pinangki tetap bungkam. Ia dikawal oleh dua petugas kejaksaan untuk masuk ke mobil Kijang Innova warna hitam, dan diantar ke rumah tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono menjelaskan, tersangka Pinangki diperiksa untuk melengkapi kekurangan bahan keterangan sehingga perlu dilakukan klarifikasi dari yang bersangkutan.

"Pemeriksaan dilakukan karena terdapat perkembangan sejumlah fakta hukum yang harus diklarifikasi dan dikonfirmasi kepada yang bersangkutan sebagai tersangka," katanya.

Direktur Penyidik Jampidsus Febrie Adriansyah mengatakan, ada delapan orang saksi yang diperiksa hari ini untuk mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Jaksa Pinangki. "Pinangki diperiksa pendalaman TPPU," katanya.

Sementara itu pengacara Jaksa Pinangki, Kresna Hutauruk mengatakan kliennya diperiksa sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), untuk terpidana cessie Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap Jaksa Pinangki tidak dilakukan secara mendadak. Sebab, tim penyidik sudah melayangkan surat panggilan juga kepada Jaksa Pinangki kemarin, sehingga pemeriksaan tersebut tidak mendadak.

Seperti diketahui, Jaksa Pinangki ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi berdasarkan bukti permulaan yang cukup pada Selasa 11 Agustus 2020 malam. Sebab, Pinangki sebagai pegawai negeri diduga menerima hadiah atau janji.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Pinangki pun langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut selama 20 hari sejak penangkapan.

Selanjutnya Djoko Tjandra juga tersangka kasus korupsi dengan sangkaan Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001, atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tim penyidik jaksa telah melakukan penggeledahan di empat tempat, dalam rangka pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Jaksa Pinangki. Antara lain dua apartemen di kawasan Sentul Bogor dan Jakarta. Selain itu, dealer mobil juga digeledah. Bahkan, tim penyidik menyita satu mobil mewah BMW seri X5 yang dibeli Pinangki tahun 2020. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,