Anies Jadi Sorotan Menyoal Kebijakan Sistem Ganjil - Genap

Anies Jadi Sorotan Menyoal Kebijakan Sistem Ganjil - Genap

Pemberlakuan Kebijakan Ganjil Genap di wilayah DKI Jakarta. (foto - ant)

Jakarta  -  Ketua  Komite  Penanganan  Covid-19  dan  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  Airlangga  Hartarto  menyoroti kasus positif virus Corona (Covid-19) di DKI Jakarta yang semakin tinggi, setelah kebijakan ganjil-genap diberlakukan. Ada kenaikan lebih dari 2.000 kasus sejak 31 Agustus hingga 9 September.

Seperti diketahui, sanksi tilang ganjil-genap mulai diberlakukan sejak 10 Agustus 2020. Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan itu agar warga lebih memilih bekerja dan melakukan kegiatan lainnya dari rumah. Namun kerumunan penumpang tampak di sejumlah halte busway hingga KRL.

Airlangga pun menyoroti, peningkatan angka kasus Corona sejak kebijakan ganjil-genap diterapkan mulai 10 Agustus. Menko Perekonomian itu menyatakan, ada penambahan kasus dari transportasi umum akibat aturan ganjil-genap.

Jika merujuk pada data yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI melalui situs corona.jakarta.go.id, pada 31 Juli jumlah kasus aktif di DKI Jakarta sebanyak 7.157 kasus. Lalu pada 31 Agustus terdapat 8.569 kasus, dan pada 9 September terdapat 11.245 kasus. Ada penambahan 2.676 kasus dalam kurun sembilan hari.

Angka tren pemakaman dengan protap virus Corona pun sempat mengalami tren menurun. Namun, pada pertengahan Juli tren grafiknya kembali naik. Puncak pemakaman dengan protap covid terjadi pada 5 September dengan 66 pemakaman.

Sementara itu, pada 17 September ruang isolasi yang ada sebanyak 4.053 akan terisi penuh. Jumlah pasien Corona diprediksi akan mencapai 4.807 orang pada 6 Oktober 2020. Padahal pengembangan ruang isolasi baru bisa terpenuhi sebanyak 4.807 ruangan pada 8 Oktober

Berdasarkan data tersebut, akhirnya Anies menarik rem darurat dengan memberlakukan kembali PSBB total. Namun, keputusan itu pun disoal oleh Airlangga Hartanto. Menurutnya, kenaikan kasus itu adalah akibat dari penularan di transportasi umum.

"DKI sebetulnya melakukan PSBB penuh, transisi dan ini mau dilakukan penuh kembali. Karena sebagian besar dari yang terpapar (62 persen pasien positif Corona) di RS Kemayoran basisnya akibat transportasi umum, sehingga beberapa hal yang perlu dievaluasi terkait dengan ganjil-genap," ungkap Airlangga, Kamis (10/9/2020).

Ia mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Anies untuk mempertimbangkan lagi penerapan ganjil-genap yang mulai diterapkan kembali pada 10 Agustus lalu setelah sempat dicabut. "Hal itu sudah disampaikan ke Gubernur DKI," katanya.

Menurutnya, situasi terkini penyebaran Covid-19 di Indonesia, total kasus positif per hari ini sudah menembus 203.342 orang. Namun yang sembuh mencapai 145.200 orang atau 71,4 persen.

"Kita lihat Indonesia jumlah terkonfirmasi tembus 203.342, sembuh 145.200 atau 71,4 persen, hampir setara dengan global. Lalu pasien meninggal 4,1 persen, global 3,3 persen. Kalau dari bulan ke bulan terjadi perbaikan di awal 15 persen lalu meningkat 71,4 persen. Fatality rate dari 8 persen kini tinggal sekitar 4,1 persen," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,