Pandemi Covid-19 Bikin Orang Inggris Kian Merasakan Stres

Pandemi Covid-19 Bikin Orang Inggris Kian Merasakan Stres

Pandemi Covid-19 Bikin Orang Inggris Makin Merasa Stres. (foto - Getty Images)

London  -  Berbagai  aturan  pembatasan  untuk  menekan  penyebaran  virus  Corona  (Covid-19)  di  Inggris   mendorong warga semakin stres, cemas dan depresi jauh di atas tingkat normal. Bahkan, hal itu bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan, jika penerapan karantina wilayah kembali diberlakukan.

Penelitian tentang dampak pandemi terhadap kesehatan mental menyebutkan, pada tahap awal penerapan karantina wilayah, sekitar 57 persen dari mereka yang ikut serta dalam penelitian melaporkan gejala kecemasan, dan 64 persen mencatat tanda-tanda umum depresi.

Dilansir The Guardian, Rabu (16/9/2020) masalah kesehatan mental membaik saat pembatasan dilonggarkan. Para ilmuwan pun memperingatkan kondisi itu akan memburuk lagi karena kasus positif yang meningkat, dan penguncian yang lebih agresif selama musim gugur dan musim dingin.

Studi yang dilakukan dengan King's College London mewawancarai lebih dari 3.000 orang dewasa, tentang kesehatan mental mereka karena pembatasan tinggal di rumah diberlakukan awal tahun ini. Para peneliti melihat, secara khusus kelompok mana yang paling terpengaruh oleh karantina wilayah dan masalah apa yang menurut mereka paling sulit.

Perempuan, orang muda dan mereka yang berada dalam kategori berisiko tinggi tertular Covid-19, tampaknya paling terpengaruh oleh kondisi pandemi. Meski begitu, ada sejumlah faktor yang membedakan kadar kesehatan mental di setiap kelompok.

Sementara ketakutan tertular virus kemungkinan menjadi faktor utama bagi mereka, khususnya yang memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya. Kaum muda dan perempuan mungkin merasa lebih tertekan ketidakamanan kerja, kesepian dan lebih banyak kekerasan dalam rumah tangga.

Profesor Kesehatan Psikologi Kavita Vedhara yang laporannya dipublikasikan di BMJ Open menyatakan, khawatir atas tertularnya Covid-19 merasa kesepian dan tidak berpikir positif, semuanya sangat terkait dengan betapa cemas dan depresi orang-orang dibuatnya.

Untuk bersiap menghadapi bulan-bulan mendatang, ia mengatakan kebijakan baru diperlukan untuk membantu orang merasa tidak terlalu khawatir soal tertular virus. Secara khusus ia mengatakan, Inggris perlu menekan virus ke tingkat yang rendah.

Selain memiliki sistem yang efektif untuk melacak kontak dari mereka yang dites positif dan memiliki kapasitas pengujian yang cukup, sehingga orang dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa takut terinfeksi. "Jika ada lockdown lagi, kita perlu bersiap untuk potensi peningkatan kesulitan kesehatan mental," tambahnya.

Kavita Vedhara yang mengepalai penelitian ini di Universitas Nottingham menasihati orang-orang untuk tetap terhubung secara sosial sebisa mungkin, untuk membantu mencegah kesepian. Sekaligus pula memastikan mereka menemukan waktu untuk bersenang-senang

"Luangkan waktu setiap hari untuk melakukan setidaknya satu hal yang membuat Anda merasa baik, dan membuat Anda tertawa lepas jika memungkinkan Hubungi teman, keluarga atau cari bantuan profesional, setelah Anda merasa segala sesuatunya menjadi tidak terkendali," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,