Wilayah Bodebek Perpanjang PSBB Proporsional - 27 Oktober

Wilayah Bodebek Perpanjang PSBB Proporsional - 27 Oktober

PSBB Proporsional di wilayah Bodebek diperpanjang hingga 7 Oktober. (foto - Shutterstock)

Bandung  -  Gubernur   Jabar  Ridwan  Kamil   kembali   memperpanjang   penerapan  Pembatasan  Sosial  Berskala  Besar (PSBB) Poporsional di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) hingga 27 Oktober 2020 mendatang.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar Nomor:443/Kep.575-Hukham/2020 tentang Perpanjangan Keenam Pemberlakuan PSBB secara Proporsional di wilayah Bodebek, dalam rangka Percepatan Penanggulangan Covid-19, yang ditandatangani oleh Gubernur

Sedianya, PSBB Proporsional Bodebek berakhir pada 29 September 2020. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, dengan diperpanjangnya PSBB Bodebek kepala daerah bisa menerapkan PSBB secara proporsional sesuai level kewaspadaan daerah.

"PSBB secara proporsional disesuaikan dengan kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)," kata Daud, Rabu (30/9/20).

Kebijakan itu selaras dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB sampai 11 Oktober 2020. Pasalnya selama ini lima daerah penyangga ibukota tersebut memberlakukan kebijakan yang selaras dengan Jakarta.

Pertimbangan lainnya lanjut Daud, berdasarkan kajian epidemiologi. "Dalam sepekan terakhir, penambahan kasus di Jabar didominasi dari wilayah Bodebek," ktanya.

Berdasarkan data Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar) pada Selasa 29 September, jika diakumulasikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan Bodebek dalam tujuh hari terakhir bertambah 3.212.

Selain itu,Emiil mengeluarkan Kepgub Jabar Nomor:443/Kep.576-Hukham/2020 tentang Perpanjangan Ketiga Pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Daerah Provinsi Jabar di luar Bodebek. AKB di luar Bodebek sendiri diperpanjang hingga 24 Oktober 2020.

Daud mengatakan, Kepgub tersebut ditetapkan agar AKB di 22 daerah Jabar berjalan optimal. Selain itu, kedisiplinan warga menerapkan protokol kesehatan amat penting, dalam pengendalian sebaran Covid-19 pada masa AKB di Jabar.

Ia menambahkan, masyarakat bersama pemerintah merupakan garda terdepan melawan Covid-19. Banyak bukti ilmiah menunjukkan, penerapan protokol kesehatan efektif dalam mencegah penularan Covid-19.

"Masyarakat wajib mematuhi semua ketentuan AKB. Lalu masyarakat juga harus konsisten menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19, karena masyarakat bersama pemerintah adalah garda terdepan melawan Covid-19," tegas Daud.

"Kalau protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, kami yakin pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi dapat berjalan beriringan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,