Banjir & Longsor di Tasikmalaya Selatan Telan Korban Jiwa

Banjir & Longsor di Tasikmalaya Selatan Telan Korban Jiwa

Banjir dan longsor terjang wilayah Tasikmalaya selatan. (foto - ist)

Tasikmalaya  -  Satu   orang   warga  Desa  Malatisuka  Gunung  Tanjung   dilaporkan  meninggal  dunia  dalam  bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kabupaten Tasikmalaya selatan, pada Minggu 11 Oktober 2020.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat Dani Ramdani menyatakan, korban meninggal dunia merupakan pria berusia 80 tahun yang tinggal di Kecamatan Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya.

"Ada salah seorang penduduk yang meninggal dunia, yakni seorang pria berusia 80 tahun. Korban meninggal dunia karena syok saat longsor menerjang wilayah Gunung Tanjung. Korban meninggal dipastikan bukan akibat terbawa arus material longsor maupun tertimpa bangunan yang roboh akibat longsor," kata Dani, Senin (12/10/2020)..

"Korban meninggal bukan karena tertimpa bangunan atau terdampak material longsor. Ia meninggal karena syok saat terjadi longsor," katanya. Sejauh ini, korban warga Desa Malatisuka Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya itu sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Seperti diketahui, longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya selatan disebabkan hujan deras sepanjang Minggu 11 Oktober 2020. Longsor menerjang 12 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Kecamatan Gunung Tanjung menjadi daerah terparah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin mengatakan, korban diketahui bernama Abdul Rohman (83). Korban tidak berhasil menyelamatkan diri saat bencana longsor menimpa rumahnya.

Selain mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan rumah penduduk, menurut Nuraedidin fasilitas umum pun ikut terdampak. "Akses jalan di sejumlah titik juga terputus," katanya.

Petugas BPBD katanya, sudah diterjunkan untuk membantu warga yang terdampak bencana. Petugas berupaya membersihkan material longsor yang menimbun rumah maupun badan jalan. "Kami bagi beberapa tim untuk melakukan penanganan bencana," kata Nuraedin.

Petugas pun masih melakukan pendataan secara akurat, terkait jumlah rumah warga dan kerugian materi dampak dari bencana alam tersebut. "Kami masih melakukan penanganan dan pendataan di lapangan," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,