Dua WN Cina & WNI Dibekuk Kasus Penipuan lewat Hipnotis

Dua WN Cina & WNI Dibekuk Kasus Penipuan lewat Hipnotis

Dua WN Cina dan satu WNI mendekam di Polresta pekanbaru. (foto - ist)

Pekanbaru  -  Pihak  kepolisian  Pekanbaru  menangkap  dua  warga  negara  (WN)  Cina  kasus  penipuan  dengan  modus hipnotis. Dalam aksinya, para pelaku menyasar warga negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa.

"Mereka melakukan aksi penipuan lintas provinsi. Korban aksi penipuan mereka yakni warga bernama Yusni (57) keturunan Tionghoa warga Jalan A Yani Pekanbaru," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

Menurut Nandang, dua pelaku berinisal YXY (36) dan LXY (45). Keduanya dibantu oleh seorang WNI inisial MAD (30) warga Tanjung Batu Singkawang Kalimantan Barat, dan warga Taiwan berinisial AL yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Sasarannya kaum ibu keturunan Tionghoa di Pekanbaru yang percaya tentang mistis tolak bala bawang hijau, yang merupakan tradisi zaman dulu. Mereka sudah melakukan modus penipuan sejak awal September 2020 di Jakarta dengan modus sama," katanya.

Nandang menyayatkan, otak kejahatan itu adalah AL, sedangkan MAD, YXY dan LXY merupakan orang yang membantu mempertemukan dengan korban.

Para korban nantinya diajak ke dalam mobil mereka. Korban lalu dibujuk agar menyerahkan perhiasan dan sejumlah uang kepada mereka. Korban yang terhipnotis merasa yakin, sehingga menyerahkan seluruh perhiasan dan uangnya.

"Korban di Pekanbaru sampai menyerahkan perhiasannya senilai Rp 700 juta. Korban hanya diberikan dua bungkus tisu berisikan 1.000 pieces, satu botol air mineral yang dianggap air suci penolak bala serta dua plastik berisi garam. Menyuruh korban untuk membukanya setelah sampai di rumah," tegas Nandang.

Setelah menjadi korban penipuan lanjutnya, korban tersebut diturunkan di jalan. Tak lama korban pun sadar telah menjadi korban penipuan dengan cara dihipnotis. Korban pun selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Pekanbaru.

"Berfdasarkan hasil penyelidikan, para tersangka diketahui berada di Jambi yang menginap di hotel. Dari penangkapan tersebut mereka saat ini sudah kita tangkap untuk kita bawa ke Pekanbaru," tambahnya. (Jr.)**

.

Tags:,