Ratusan WNI Dideportasi dari Kuala Lumpur Malaysia

Ratusan WNI Dideportasi dari Kuala Lumpur Malaysia

Ratusan WNI Dideportasi dari Kualalumpur Malaysia. (foto - ist)

Jakarta - Sedikitnya 502 Warga Negara Indonesia (WNI) dideportasi dengan menggunakan pesawat carter dari Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan KLIA 2, Sabtu (7/11/2020).

Sebanyak 146 orang menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH 871 tujuan Surabaya berangkat pukul 07.20 dari KLIA. Lalu sebanyak 153 orang berangkat dengan MH 711 pukul 09.00 tujuan Jakarta dari Bandara yang sama.

Sedangkan 202 orang berangkat dengan menggunakan pesawat AirAsia pada pukul 10.30 waktu setempat, dengan tujuan Medan.

Turut hadir mengawal pemulangan Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat, Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur Rijal Al Huda, Atase Imigrasi Mulkan Lekat, Atase Polri Kolonel Hery Dwiharto dan sejumlah home staf serta lokal staf.

Para pekerja tersebut diberangkatkan dari depo tahanan Imigrasi Langkap sebanyak 266 orang, Pekan Nanas 192 orang, Lenggeng 40 orang dan empat orang dari shelter KBRI Kuala Lumpur.

"Semoga selama berada di Malaysia menjadi pengalaman hidup yang sangat berarti bagi bapak-bapak dan ibu-ibu, serta bisa kembali ke tanah air dengan selamat dengan memulai hidup baru yang lebih baik," kata Rijal Al Huda.

Rijal Al Huda mengatakan, keberangkatan kali ini relatif lebih lancar karena memang sudah dikoordinasikan lebih awal. "Keberangkatan kali ini tepat waktu sejumlah 502 orang, meski yang sempat kita ajukan ke Jakarta sekitar 709 orang. Itupun akhirnya pihak Malaysia mengurangi karena pengaturan penerbangannya," katanya.

Ia mengatakan ke depannya pihaknya ingin memulangkan lebih banyak lagi karena di depo masih banyak yang harus segera dipulangkan. "Setelah pemulangan ke Medan kami langsung berkoordinasi dengan Imigrasi Putrajaya untuk langkah persiapan tahap berikutnya sekitar 14 hari lagi. Kami sudah koordinasi juga dengan Jakarta," tegasnya.

Pada kesempatan itu turut dipulangkan dua orang ibu asal Medan, masing-masing beserta bayinya dari shelter KBRI Kuala Lumpur. Mereka berada di shelter KBRI Kuala Lumpur antara satu hingga dua bulan.

Salah seorang ibu tersebut mengatakan, dirinya tidak bisa pulang bersama suaminya karena telah ditangkap pihak Imigrasi Malaysia. "Saya tidak tahu suami saya ditangkap dimana. Saya di Malaysia tidak bekerja. Saat itu saya menengok suami, lalu mau pulang secara tidak resmi sehingga ditangkap," kata ibu yang enggan disebut namanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,